Sembari Menangis, Habib Umar bin Hafidz Ingatkan Tujuan Utama Semua Jenis Ibadah

Habib Umar bin Hafidz


Gurunya para habib, Habib Umar bin Hafidz, menyampaikan nasihat sembari menangis. Pria shalih berwajah teduh dengan senyum menenangkan ini mengingatkan kaum Muslimin tentang tujuan utama dari berbagai jenis ibadah yang disyariatkan Allah Ta'ala.




Dalam nasihat singkat yang diterjemahkan oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus ini, Habib Umar menyampaikan pesan sakral yang kini mulai banyak ditinggalkan umat Muhammad.

Sebagiannya meninggalkan karena sombong. Sebagian lainnya meninggalkan karena tidak tahu. Sebagian lainnya merasa tahu padahal tidak memiliki ilmu kecuali sedikit.



Tujuan utama shalat, tujuan utama ramadhan dan puasa, tujuan utama zakat dan tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk membuat wajah batinmu bercahaya, untuk mempercantik paras batinmu, untuk membersihkan wajah batinmu.

Inilah tujuan utama kita sehingga kelak kita dikumpulkan di mahsyar maka kamu akan berkumpul bersama orang-orang yang wajahnya bercahaya. 

"Wajah-wajah (orang beriman) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat." (Qs. Al-Qiyamah: 22-23).

"Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria. (Qs. 'Abasa: 38-39).

Telah berlalu meninggalkan kalian hari-hari ramadhan. Sebelas malam dan sepuluh hari telah berlalu. Apakah wajahmu telah berubah menjadi cahaya, menjadi bersih, menjadi suci?




Apakah hatimu mengerti bahwa ia menghadap ke kiblat kemudian ia menjadikan Allah sebagai tujuannya?

Barangsiapa yang beramal, akan tetapi ia menjadikan yang lain sebagai sekutu bagi-Ku di dalamnya, maka semua amalnya untuk siapa yang ia jadikan sekutu bagi-Ku dan Aku Mahakaya dari sekutu. (Hadits Qudsi).

Karena itu, hadapkan wajahmu kepada Allah. Hadapkan wajah hatimu kepada Allah.

Kami menyelenggarakan majelis ini tiada lain agar seluruh wajah menghadap kepada Allah kemudian Allah menerima mereka. Demi Allah, ini niat kami.

Kami tidak punya hajat selain ini.

Kami tidak menginginkan gedung ini maupun semua yang ada di dalamnya. Hajat kami adalah agar kita mendapat Rahmat Tuhan kita. Sehingga wajah kita menjadi kenal dengan siapa yang telah menciptakannya, mengerti siapa yang membuatnya, hatinya bersih dari tujuan lain, hanya menuju kepada Allah.

Kemudian di padang mahsyar nanti, kami dan mereka dikumpulkan di hadapan manusia terbaik.

Ya Allah, jadikan hal itu sebagai satu-satunya tujuan kami. 


Sudahkah kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan? Ataukah kita masih menjadikan hal-hal selain-Nya sebagai tujuan? Jangan sampai lelah beramal tapi tidak menuju kepada-Nya. [Mbah Pirman/Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.