Valid! Inilah Rekaman Drone Emprit Terkait ILC Reuni 212



Founder Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi mengungkap data menarik seputar pemberitaan terkait ILC Reuni 212 di TV One pada Selasa (5/12/170 malam.




Ia menampilkan data dari drone emprit tentang siapa yang paling banyak dibicarakan, siapa yang paling malang, dan siapa yang 'menang' dalam debat bergengsi ini.

Jika sebagian fakta sudah diketahui, ada fakta lain yang belum terpublikasikan. Ini lebih bisa dipertanggungjawabkan karena valid dan dipublikasikan oleh co-funder Awesomtric.

Paling Banyak Dibicarakan


Ismail membagi bintang ILC dalam dua kategori.

Pertama dilihat dari kalimat atau pernyataan nara sumber yang paling banyak diberitakan di media online, baik kalimat positif maupun kalimat negatif nara sumber. Yang menjadi bintang dalam kategori ini, berdasarkan data Ismail Fahmi, ialah Abu Janda, Denny Siregar, Felix Siauw, dan Mahmud MD.

"Yang lain adalah pemeran pendukung." tulis Ismail.

Kedua, penobatan bintang ILC Reuni 212 diukur dari banyaknya retweet. Yang membintangi kategori ini ialah Abu Janda, Denny Siregar, Felix Siauw, Fahri Hamzah dan Mahfud MD.

Pesakitan dan Sebabnya





Dalam data tersebut, tiga nara sumber termasuk dalam kategori yang paling tidak disenangi. Ialah Abu Janda, Denny Siregar, dan Aan Anshori.

Abu Janda disebutkan paling kurang beruntung. Ia yang garang di media sosial dinilai melempem saat berada di panggung. Bahkan Pimpinan Pusat Anshor Yaqut Cholil menyebut Abu Janda tidak mewakili banser dan bukan seorang ustadz.

Hampir senasib dengan Abu Janda, Denny Siregar menjadi pesakitan karena melempem saat diskusi tetapi sesumbar di twitter paska diskusi.

Dia mendiskreditkan ILC, kemudian dibalas telak oleh Karni Ilyas (Baca: ). Ia me-mention Menteri Susu Pudjiastuti, tetapi juga 'ditenggelamkan' oleh sang menteri. (Baca: . Terakhir, Denny dibully habis oleh netizen saat me-mention akun twitter Presiden Joko Widodo. (Baca:  )

Sedangkan Aan Anshori menjadi pesakitan karena kedoknya terbuka. Di luar ILC, Aan diberitakan membuka auratnya (lutut) dan menjadi pendukung utama LGBT. Satu artikel yang kontroversi Aan berjudul 'Apakah Homo Seksual Masuk Surga?' turut menjadi sebab negatif baginya.

Bintang yang Bersinar


Dalam laporan Fahmi juga disebutkan, Felix Siauw, Fahri Hamzah, dan Mahfud MD tampil sebagai bintang. Yang paling bersinar, menurut amatan alumni ITB ini, adalah Felix Siauw.




"The "rise" paling besar saya kira didapat oleh Felix, karena head to head dengan Abu Janda dan Denny Siregar, yang selama ini dianggap dua key opinion leader dari salah satu cluster." tulisnya.

Fahri Hamzah tampil gemilang dan mendapatkan banyak dukungan positif dari Moslem Cyber Army. Sedangkan Mahfud MD dinilai bijak karena berdiri di tengah, berani mengkritik kedua belah pihak yang berbeda pendapat.

Kesimpulan 'Menonjok'


Dari laporan panjang Fahmi Ismail, satu hal yang tak kalah menariknya didapati di bagian kesimpulan. Ia seperti menyindir salah satu pihak yang tidak siap berdiskusi, tampil melempem, tetapi masih bersikap pongah saat di luar arena debat.

"Jadi, kalau anda diundang Karni Ilyas untuk ikut acara ILC, tapi khawatir tidak bisa memenangkan opini di sana, maka tinggal di rumah bisa jadi pilihan yang terbaik buat anda."

Wah... Siapa ya yang dimaksud oleh Ismail Fahmi ini? [Mbah Pirman/Tarbawia]




Diberdayakan oleh Blogger.