Donald Trump Jadikan Al-Quds Ibu Kota Israel, Begini Komentar Tegas Erdogan



Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menyampaikan komentar tegas terkait langkah kontroversi Donald Trump yang meresmikan Al-Quds (Yerussalem) sebagai Ibu Kota Israel.





Di hadapan ratusan politisi, Erdogan mengaku sedih dengan langkah kontroversi yang dilakukan Presiden Amerika Serikat itu.

"Saya ingin menyampaikan kesedihanku terkait dengan laporan bahwasanya Amerika Serikat sedang mempersiapkan diri untuk menyatakan bahwa Al-Quds (Yerussalem) adalah Ibu Kota Israel." ujar Erdogan lantang.

Dengan gagah berani, Erdogan langsung menyebut nama Donal Trump dan menyatakan bahwa Al-Quds merupakan batas kesabaran umat Islam.

"Donal Trump, Al-Quds adalah red line (ambang batas kesabaran) umat Muslim." lanjut Erdogan disambut pekikan takbir dan tepuk tangan yang menggema di seantero ruangan.

Menurut Erdogan, meresmikan Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel bukan hanya tindakan yang melanggar hukum internasional tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.





"Ketika luka penduduk Palestina semakin parah, pelanggaran HAM, persekusi dan serangan terus berlanjut, (Anda) mengambil keputusan yang mendukung Israel (merupakan tindakan) yang tidak hanya melanggar hukum internasional tetapi juga menginjak-injak nurani kemanusiaan." tegas Mantan Perdana Menteri Turki dua periode ini.

Ia juga akan melakukan tindakan tegas kepada Trump dengan mengumpulkan para pemimpin negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Sebagai tuan rumah pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), kami akan menindaklanjuti permasalahn ini dengan tegas. Jika keinginan itu tetap dijalankan, kami akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan negara OKI di Istanbul dalam 5-10 hari." lanjutnya berapi-api.

Erdogan juga siap memobilisasi umat Islam internasional untuk menentang tindakan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat tersebut.

"Dan bahkan kami akan melangkah lebih jauh. Kami akan memobilisasi Muslim di seluruh dunia dengan adanya kejadian ini." pungkasnya. [Mbah Pirman/Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.