Rekor! Ini Peristiwa Sejarah yang Baru Terjadi Saat Ust Somad Ceramah di Bali



Dai Nasional Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan satu kejadian langka saat dirinya mengisi ceramah di Masjid Baiturrahman, Denpasar, Bali pada Sabtu (9/12/17) malam. Sepanjang sejarah, kata Ustadz Somad mengutip penjelasan umat Islam Bali, kejadian ini baru terjadi.





"Tapi dengan datangnya Raja yang Kesebelas tadi malam. Sepanjang sejarah, mereka mengatakan, belum pernah Raja mau datang ke Tabligh Akbar." tutur Ustadz Somad saat menyampaikan klarifikasi di Bandara Pekanbaru, Riau, pada Ahad (10/12/17).

Menurut Ustadz Somad, kehadiran Raja Bali merupakan bukti bahwa Muslim dan penganut Hindhu di Bali berdamai sejak lama. Bahkan kehidupan damai tersebut sudah berlangsung sebelum NKRI didirikan.



Kehadiran Raja Bali juga mengonfirmasi, bahwa penolakan kepada Ustadz Somad merupakan ulah segelintir provokator.

"Untuk menunjukkan bahwa tidak ada masalah antar kita. Bahwa tuduhan itu hanyalah (berasal) dari sekelompok-segelintir orang." ucap Ustadz Somad yang didampingi perwakilan Lembaga Adat Melayu.

Dalam konferensi pers tersebut, Ustadz Abdul Somad menyampaikan lima poin. Salah satunya, beliau menyampaikan bahwa dirinya diundang oleh umat Islam Bali sebagai ulama, penceramah. Ia bukanlah seorang politisi atau pelaku kejahatan yang harus ditolak.





"Ssaya datang diundang sebagai ulama yang ingin didengar fatwanya, yang ingin didengar kata-kata hikmahnya. Saya bukan perampok. Saya bukan pimpinan partai. Saya adalah seorang Muslim yang ingin menjenguk saudara sesama Muslim." tutur sang ustadz.

Ustadz Somad mengaku heran dengan penolakan tak berdasar yang dilakukan oleh preman nasi bungkus. Pasalnya, pihaknya pernah diundang oleh negara tetangga, Malaysia, dan mendapatkan penghormatan.

"Sedangkan ke Malaysia saya ceramah, diberi waktu seminggu bagi saya untuk bebas keliling. Dari mulai IPO, Malaka. Itu Pemerintah Malaysia. Berapa banyak orang datang saat saya ceramah." tegasnya.

Bahkan beliau juga diberi kehormatan untuk berceramah di Masjid Negara.

"Di Masjid Putra Jaya tempat kerajaan, saya berceramah." katanya melanjutkan.

Alhasil, tindakan penolakan ini menjadi pertanyaan sang ustadz. Ia mengaku tak habis pikir dengan tindakan segelintir orang ini.

"Oleh sebab itu, maka ini pukulan berat bagi bangsa kita. Kenapa di Negeri sendiri kita begini?" tanyanya retoris. [Mbah Pirman/Tarbawia]





Diberdayakan oleh Blogger.