Sudah Dibacakan Al-Qur'an Tapi Setan Tetap Masuk Rumah? Ini Jawaban Menohok Ust Somad

Barang siapa membaca Al-Qur'an di sebuah rumah, maka setan akan berlari dari rumah tersebut dan malaikat masuk ke dalamnya. Namun ada kejadian, setan tidak keluar dan tetap berada di dalam rumah meski penghuninya sudah membaca Al-Qur'an. 





Mengapa terjadi hal ini? Apa sebab utamanya? Berikut jawaban menohok dari Ustadz Abdul Somad Lc MA saat mengisi ceramah di Masjid An-Nur Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali pada Jum'at (8/12/17) malam.

"Karena yang baca perbuatannya sama dengan setan. Makanya setan yang lain gak takut." ujar Ustadz Abdul Somad saat menjadi pembicara di Masjid An-Nur, Denpasar, Bali.

Dai asal Riau ini mencontohkan bagaimana dialog yang terjadi antar para setan terkait fenomena ini.

Setan lain bertanya, "Bro, kok kamu bisa masuk ke rumah itu? Dia kan sudah baca Surat Al-Baqarah?"

Setan yang ditanya menjawab, "Sama. (Dia) saudara kita juga."

Ustadz Somad menyampaikan hal ini sebagai pengingat dan renungan bagi kaum Muslimin agar bacaan Al-Qur'an tidak hanya sampai di tenggorokan. Al-Qur'an yang dibaca harus dipahami makna, dikaji kandungan, dan menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.




Selain bacaan Al-Qur'an secara umum, Ustadz Somad menerangkan, Surat Al-Baqarah memiliki keutamaan untuk mengusir setan dari dalam rumah. Hendaklah umat Islam yang menghuni rumah baru agar membacakan Surat Al-Baqarah di dalamnya.

Selain Al-Baqarah secara umum, ada satu ayat yang sangat ampuh untuk mengusir setan dalam semua maknanya. Ialah ayat ke-255 surat Al-Baqarah atau dikenal dengan Ayat Kursi.

"Orang kerasukan. Dibacakan ayat kursi." kisah Ustadz Somad.

Jika yang membacakan orang shalih, setan akan keluar dari jiwa yang dirasuki. Namun ada kondisi, setan tetap merasuki orang tersebut. Menurut Ustadz Somad, hal ini karena kepribadian si pembaca.

"Hati masih kotor. Mulut masih kotor. Otak masih kotor." tegas sang Ustadz.

Di akhir penjelasannya, Ustadz Somad memberitahukan kiat untuk membersihkan lisan, otak, dan hati.

"Bersihkan dengan salaam. Bukan sumpah serapah atau caci maki." terangnya. [Mbah Pirman/Tarbawia]

"





Diberdayakan oleh Blogger.