Santun dan Aplikatif, Begini Saran Ust Somad kepada Pemerintah Soal Zina&LGBT



Dai asal Pekanbaru, Riau Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan saran aplikatif kepada pemerintah untuk menyikapi semakin maraknya zina dan lgbt. Saran aplikatif ini disampaikan dengan cara yang santun.





"Kita Dinas (Departemen/Kementerian) Sosial, kita punya Departemen (Kementerian) Agama. Bekerjasamalah dua kementerian tersebut dengan Pemda." katanya saat menjadi nara sumber dalam Fakta TV One LGBT Antara HAM dan Agama pada Senin (8/1/18) malam.

Kerjasama tersebut untuk mencegah secara dini sebelum seorang warga negara terjangkiti penyimpangan ini. Kepada pria yang mulai menunjukkan atau berperilaku seperti perempuan agar dibuatkan program khas lelaki.

"Anak-anak laki-laki yang mulai melambai kita buatkan program be a man." katanya menjelaskan.

Kegiatan ini harus dilakukan pula di berbagai instansi di sekolah-sekolah maupun pesantren-pesantren.

"Membuat gerakan pencak silat, olahraga memanah, olahraga berkuda. Disehatkan mereka. Disembuhkan mereka." tuturnya tegas.

Agar semakin lengkap, mereka yang mulai menunjukkan tanda-tanda penyimpangan harus dikuatkan pendidikan agama sesuai kepercayaan masing-masing.





"Dikuatkan pendidikan agamanya. Sesuai agama masing-masing. Yang agama Katholik, sampaikan bagaimana azab Tuhan kepada kaum Lot, bagaimana yang terjadi kepada kaum Sodom." ujarnya.

Begitu pula kepada para penganut agama lain, termasuk kepada umat Islam.

"bagi kaum Muslimin, sampaikan pula bagaimana hukuman Allah. Sehingga itu memberikan sentuhan batin yang luar biasa bagi mereka." pungkasnya.

Ustadz Somad juga menjelaskan bagaimana cara Nabi Muhammad menyembuhkan pelaku lgbt yang dimulai dari pencegahan (Baca: Cara Nabi Sembuhkan LGBT). Beliau juga membantah adanya diskriminasi dan pengucilan terhadap penderita lgbt hanya isu buatan oknum tertentu (Baca: Pelaku LGBT Dikucilkan?). [Mbah Pirman/Tarbawia]




Diberdayakan oleh Blogger.