Bimas Islam Tegaskan Keberpihakan Kepada Umat



Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menegaskan keberpihakannya terhadap isu-isu keumatan.

Karenanya, sebagaimana disampaikan Kasubag Humas Bimas Islam, Sigit Kamseno, pihaknya serius menjalin kemitraan dengan media-media Islam online.

"Ini komitmen kita bermitra dengan media Islam dalam meningkatkan narasi dan literasi." kata Sigit saat memberikan sambutan pada acara Pelatihan Indepth Reporting di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (14/3/18).

Sigit menyatakan, Bimas Islam telah berulangkali menyelenggarakan pelatihan teknis untuk awak media, terutama media Islam. Seperti pelatihan pembuatan video pendek, pembuatan featur, penyusunan standar pemberitaan media Islam online hingga peliputan para penghulu dan penyuluh di pedalaman. 

Dibuka Dirjen Bimas Islam


Acara Indepth Reporting ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai media Islam, baik cetak, online, bahkan siar.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin meminta awak media aktif memberitakan aktivitas kebimasislaman kepada umat Islam.

"Bantu kami dalam menyiarkan informasi-informasi kepada umat," kata pria kelahiran Makassar itu saat memberi sambutan.

Selain membuka acara, Muhammadiyah Amin juga menyampaikan klarifikasi dan langkah-langkah yang telah dilakukan terkait isu-isu keumatan.

Seperti penyerangan ustadz oleh orang terduga gila, pemberlakuan zakat bagi ASN, pernikahan sesama jenis, peraturan pengeras suara rumah ibadah, dan isu Bimas Islam lainnya.

Cakupan Tugas Bimas Islam


Dalam materi Indepth Reporting sesi pertama, Sekretaris Ditjend Bimas Islam Tarmizi Tohor menginformasikan program-program aktual yang ditangani Bimas Islam.

Kasubag Humas, Sigit Kamseno dan Setditjend Bimas Islam Tarmizi Tohor


Menurutnya, Bimas Islam langsung bersentuhan dengan umat Islam dari sejak dalam kandungan hingga liang lahat.

"Bimas Islam ini mengurusi persoalan umat sejak dalam kandungan hingga masuk ke liang lahat," kata pria asal Riau ini saat menyampaikan materi.

Sebagai mantan wartawan, Tarmizi juga mengajak insan media untuk menyajikan konten yang berimbang.

"Beritakan konten yang berimbang antara baik dan buruk. Jangan negatif terus. Jangan pula positif terus." tandasnya.

Pelatihan Indepth Reporting oleh Bimas Islam ini diselenggarakan sejak Rabu (14/3/18) sampai Jum'at (16/3/18). Pelatihan berupa diskusi dan praktek lapangan, diantaranya, diisi oleh wartawan Republika dan Majalah Gatra. [Tarbawia]
Diberdayakan oleh Blogger.