Dzikir sebagai Investasi di Surga

Dzikir kepada Allah (ilustrasi)


Dzikir itu, kata Imam Abu Bakar Al-Thurthusy Al-Andalusi dalam Al-Ma'tsurat, sengaja menuju Allah Ta'ala dan meyakini tak ada yang sampai kecuali mereka yang terus-menerus mengingat-Nya.

Jadi, dzikir itu upaya sadar, menyengaja, berniat sehingga tidak sekadar melafal tanpa tahu maksud.

Meskipun, berdasarkan keterangan para ulama, mereka yang menyebut nama Allah meski tak paham makna jauh lebih baik dari mereka yang lupa dan sama sekali tak pernah menyebut nama-Nya, kecuali hanya sedikit sekali.

Dan sebaik-baik dzikir, seperti disebutkan oleh ulama lainnya, adalah membaca atau mengulang hafalan Al-Quran dan berdzikir dengan kalimat-kalimat yang diajarkan Nabi dan diamalkan pula oleh para penerusnya.

Salah satunya ialah kalimat tasbih Subhanallahi wa bihamdihi yang jika dibaca sebanyak 100 kali, Nabi menjanjikan Allah akan ampuni dosa orang tersebut.

Atau kalimat Subhanallahi wal hamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu Akbar yang sekali dibaca setara dengan satu pohon kurma di surga.

Jika seseorang sudah punya investasi di surga, bukankah hal itu akan makin memudahkan dirinya untuk benar-benar menjadi penghuninya?

Atau kalimat La haula wa la quwwata illa billah yang disebut sebagai perbendaharaan dunia dan merupakan obat bagi ribuan penyakit.

Dzikir juga menjadi pembeda antara mukmin dan munafiq. Jika mukmin banyak berdzikir pada pagi, siang, sore, malam dalam kondisi berdiri, duduk, dan berbaring, maka orang munafiq yang ditempatkan di dasar neraka tidak berdzikir kecuali hanya sedikit saja.

Dzikir juga menjadi pembeda antara orang hidup dan mati. Jika tak ada dzikir darinya, ia sudah cukup disebut sebagai orang mati dan kalah dari binatang sekalipun krn binatang senantiasa berdzikir kepada Pencipta-Nya.

Dan bagi orang mukmin adalah kemustahilan jika tidak berdzikir, karena dzikir bagi orang beriman seperti air bagi ikan. 

Bukankah mustahil bagi ikan untuk hidup jika tak ada air? Lalu jika seseorang masih hidup tanpa dzikir, layakkah dirinya mengaku beriman kepada-Nya?

Maka di antara dzikir yang paling utama ialah kalimat Laa ilaha illallah.... Tak ada yang hak disembah, kecuali Allah. Tak ada yang layak dibela mati-matian kecuali agama Allah.

Tak layak mencela keluarga Allah di bumi, ialah mereka yang tak hanya hafal tetapi juga diberi ilmu memahami tafsir dan makna Al-Qur'an.

Ya Allah, jadikan kami ahli dzikir, yang senantiasa menyebut dan mengingat-Mu dengan hati, pikiran, lisan, dan perbuatan. [MP]
Diberdayakan oleh Blogger.