Gak Cuma Ngomong Soal TKA Ilegal, Begini Langkah Nyata Anies Baswedan






Seiring beredarnya informasi terkait maraknya tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersikap tegas tentang kemestian langkah pemerintah.






Hal ini pula yang disampaikan Anies saat bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Swedia, Johanna Brismar Skoog di Balai Kota pada Jum'at (9/3/18).

"Pesan kita jelas: tenaga kerja harus dari Indonesia, bahkan mengutamakan warga Jakarta." kata Anies seperti diunggah di akun fesbuk resminya pada Jum'at (9/3/18).

Anies menyebutkan akan adanya investasi dari Swedia dalam waktu dekat di kawasan Cakung, Jakarta. Dalam proyek tersebut, sebanyak 1.300 tenaga kerja dilibatkan selama masa pembangunan dan 400 tenaga setelah beroperasi.

Penegasan Anies terkait siapa tenaga kerja yang terlibat dalam proyek tersebut dirasa penting sebagai wujud keberpihakannya kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini, menurutnya, akan memiliki dampak yang besar dan signifikan bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia dalam jangka waktu yang panjang.





"Dengan begitu (tenaga kerja dari dalam negeri), perusahaan juga akan menjadi bagian dari komunitas yang untuk jangka panjang pasti berdampak positif bagi semua." tegasnya menambahkan.

Selain itu, Anies juga memastikan bahwa semua hal terkait peraturan dipatuhi oleh investor.

"Dan pastikan semua peraturan dan ketentuan ditaati." tegasnya.

Selain membahas investasi, dalam pertemuan dengan Dubes Swedia ini juga membahas terkait teknologi pengelolaan sampah dan pertukaran tenaga ahli untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

Swedia, menurut Anies, merupakan salah satu negara yang bisa dicontoh karena berhasil memangkas jarak ketimpangan di antara warga negaranya.

"Swedia (merupakan) negara dengan PDB per kapita tertinggi ketujuh di dunia dan berhasil menjaga tingkat ketimpangan terkecil ketiga di antara negara-negara maju." pungkasnya. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.