Selama Satu Tahun, Kalimat Aa Gym Ini Tak Pernah Dilupakan Ustadz Abdul Somad

KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Ustadz Abdul Somad Lc MA


Betapa indahnya ukhuwah para ulama dan dai. Kalimat inilah yang cocok untuk menggambarkan persaudaraan islamiyah antara Ustadz Abdul Somad Lc MA dan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).





Saking ta'zhimnya, Ustadz Somad mengaku tidak pernah melupakan kalimat pertama yang diucapkan Aa Gym saat keduanya bertemu untuk pertama kali.

Padahal, pertemuan pertama itu terjadi satu tahun yang lalu. Dan Ustadz Somad mengaku tidak pernah melupakan kalimat Aa Gym itu selama satu tahun. Masya Allah.

"Kata itu selalu saya pakai setiap kali bertemu dengan jamaah. Pendek. Pertemuan sederhana. Tapi sampai setahun ini tetap saya amalkan," kata Ustadz Abdul Somad di Masjid Rahmatan Lil 'Alamin, ECO Pesantren Daarut Tauhid Bandung pada Ahad (1/4/18).

Pertemuan pertama antara Aa Gym dan Ustadz Abdul Somad terjadi satu tahun yang lalu di Masjid Trans Studio Bandung Jawa Barat. Dalam pertemuan singkat itu, Aa Gym berkata kepada Ustadz Abdul Somad, "Doakan saya."

(Baca: Ceramah Ustadz Somad yang Dibenci Musuh Islam)

Menurut Ustadz Somad, kalimat itu memiliki banyak makna. Bahwa sebagai Muslim, sejatinya seseorang sangat membutuhkan doa dari sesama Muslim lainnya.

"Kita sebenarnya menumpang dari doa orang lain." kata Ustadz Somad.

Karena itu pula, di mana pun Ustadz Somad berdakwah, ia selalu meminta doa dari jamaah dan ustadz, ulama, kiyai, habib yang ditemui.





"Tetaplah minta didoakan karena kita tidak tahu dari mulut yang mana doa untuk kita dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta'ala." ujarnya.

Saling mendoakan ini pula yang menjadi kunci kekompakan dakwah Ustadz Somad dan Aa Gym. Meski tak bertemu selama satu tahun, keduanya saling menyebut nama dalam doa.

"Maka hubungan kami tidak pernah putus meski setahun ini tak pernah bertemu, tetapi kami saling mendoakan." kata lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir dan Darul Hadits Maroko ini. 

Saling Menasihati


Selain meminta didoakan, sebagai sesama Muslim juga harus saling memberikan nasihat. Nasihat inilah yang kelak menyelamatkan jika diamalkan dengan sungguh-sungguh oleh pemberi dan penerima nasihat.

"Mintalah nasihat. Tetap minta nasihat. Ada saatnya nanti nasihat tidak berguna, harta yang diberikan habis, tapi nasihat (yang diamalkan) inilah yang akan berguna dan menyelamatkan." kata Ustadz Abdul Somad menjelaskan pentingnya saling menasihati.

"Tetaplah minta nasihat." pungkas Ustadz Somad. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.