Bikin Penasaran! Siapakah Politisi Bedebah 'Tumbang' dalam Sekali 'Tebasan'?

Rocky Gerung (ilustrasI)


Guru Besar Universitas Indonesia, Rocky Gerung, menutup diskusi ILC #JokowiPrabowoBerbalasPantun pada Selasa (10/4/18) malam dengan meninggalkan kesan penasaran.





Laki-laki penyuka fiksi ini mengutip satu adegan dalam fiksi populer, Kho Ping Hoo. Ia bahkan menyebutkan kode politisi bedebah yang sekali tumbang hanya dengan satu kali 'tebasan'.

"Dalam satu adegan silat, Kho Ping Hoo gambarkan begini, 'Bu Kek Siansu telah menyarungkan pedangnya sebelum tubuh bedebah itu jatuh ke bumi. '" kata Rocky yang menjadi pembicara penutup dalam ILC (10/4) itu.

Ia membayangkan, betapa cepat dan kuat serta tajamnya pedang yang digunakan hingga tubuh bedebah baru terjatuh setelah Bu Kek Siansu menyarungkan pedangnya.

"Saya bayangkan waktu saya SMP, secepat apa besutan pedangnya Bu Kek Siansu sehingga dia sudah menyarungkan pedangnya, baru tubuh bedebah itu jatuh ke bumi." terangnya.

Ketika peserta ILC mulai bertanya-tanya, siapakah politisi bedebah yang tumbang hanya dengan sekali sabetan benda tajam, Rocky hanya menyampaikan teka-teki.





"Kalau orang bertanya, siapa Bu Kek Siasu? Siapa tubuh bedebah itu? Tunggu 2019." pungkas Rocky.

Luruskan Makna Fiksi


Rocky menyampaikan sudut pandang lain dalam debat politik bertajuk #JokowiPrabowoBerbalasPantun itu. Menurutnya, fiksi yang bisa memberikan harapan kepada pembaca menjadi bermakna negatif karena diseret ke arena politik.

"Jadi fiksi itu menghidupkan." ungkapnya.

Salah satu fiksi terbaik, menurut Rocky, adalah serial Kho Ping Hoo.





"Salah satu fiksi yang paling saya suka, fiksi yang dibuat Kho Ping Hoo. Kho Ping Hoo gak pernah pergi ke China, tapi dia bisa menggambarkan antropologi, landscape dan ilmu silat China demikian lengkap, demikian sempurna sehingga kita terbawa dalam imajinasi itu." pujinya.

Namun dalam diskusi itu, Rocky sempat berdiri dan membuka jaketnya ketika Akbar Faisal menyampaikan protes atas beberapa argumen yang ia sampaikan.


Rocky juga berpendapat, kaos #2019GantiPresiden tak perlu ditanggapi dengan kemarahan karena hastag itu bagian dari fiksi, sesuatu yang mengantarkan pada harapan. (Baca: Kaos #2019GantiPresiden Menurut Rocky Gerung). [Tarbawia]




Diberdayakan oleh Blogger.