Masya Allah, Capres 2019 Ini Baca Buku Hamka dan Soekarno Sejak SMP



Kemarin adalah Hari Buku Sedunia. Hari tersebut penting untuk terus menjaga budaya membaca sebagai bagian dari membangun learning society. Walau terlambat sehari, dalam momen ini saya ingin mengingat-ingat buku-buku apa yang saya baca waktu masih ABG. Buku-buku yang mungkin mempengaruhi saya. 





Seingat saya, waktu kelas 2 SMP saya membaca “BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR”, karya David J. Schwartz. Aslinya terbit 1959 di Amerika. Mungkin kalau sekarang, David Schwartz ini disebut motivator. Ada buku-bukunya yang lain tentang self development

Seingat saya, buku ini saya beli di toko buku. Yang saya ingat dari buku ini adalah: lakukan semuanya dengan bersemangat.. bicara.. jabat tangan.. cara berjalan. Itu membuat pikiran segar dan terbuka. Berpikirlah besar, maka hal-hal kecil tidak akan menahanmu. 

Berpikir tentang hal-hal kecil adalah tanda orang picik. Tumbuhlah besar dengan memelihara pikiran-pikiran besar. Saya sarankan teman-teman membaca buku ini. Kutipan-kutipan dari Schwartz juga bisa di-google

Buku kedua, adalah “BUNG KARNO: PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT” karya Cindy Adams. Saya baca waktu kelas 3 SMP, pinjam dari teman. Para pendiri bangsa kita adalah pembaca buku yang tekun. Bahkan ketika mereka dipenjara, atau diasingkan di tempat-tempat terpencil, buku selalu menamani. 

Dalam pelariannya, Tan Malaka selalu membawa peti-peti berisi buku. Ada kisah dia harus membuang bukunya ke laut atau menguburnya karena dikejar musuh. Bung Hatta menikahi Bu Rahmi denga mas kawin buku Alam Pikiran Yunani yang ditulisnya selama masa pembuangan. 

Pemimpin politik masa itu juga para kutu buku yang bergulat dengan filsafat, sastra, dan pemikiran-pemikiran besar. Bisa dibaca dalam buku Risalah Sidang BPUPKI-PPKI. 

Saya selalu ingat mengapa buku itu berjudul Penyambung Lidah Rakyat, kepada Cindy, Bung Karno berkata (kira-kira), “Apabila aku meninggal dunia, kuburkan aku sesuai agama Islam, dan di sebuah batu kecil dan sederhana, tulislah ‘Di sini berbaring Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’."

Buku ketiga adalah “PRIBADI & MARTABAT BUYA HAMKA”. Memoar yang ditulis oleh anaknya, Rusydi Hamka. Saya beli di toko buku. Saya membacanya ketika kelas 2 atau 3 SMA. 




Buku ini adalah biografi yang jernih. Selain tentang teladan, kita juga bisa membaca pergulatan pemikiran umat Islam saat itu. Pemikiran Islam, kondisi umat, politik nasional dan global, dan ketegaran pribadi dijelaskan tanpa menggurui. 

Episode sejarah yang patut kita ingat adalah kesediaan Buya Hamka mengimami sholat jenazah Bung Karno. Konon itu adalah permintaan terakhir Bung Karno. Tanpa ragu Buya mengabulkan permintaan itu, walau ia pernah dipenjara oleh Bung Karno. 

Ketika tindakan Buya itu dikritik karena Bung Karno dianggap terlalu dekat dengan kalangan komunis, Buya mengingatkan jasa Bung Karno bagi umat Islam. Diantaranya adalah masjid Baiturrahim di kompleks Istana Negara dan tentu saja Masjid Istiqlal. 

Pribadi Buya Hamka seperti samudra, tak akan cukup waktu kita menyelaminya. Selain kepribadian, yang sangat mempengaruhi saya dari Buya Hamka adalah struktur pengetahuannya yang lintas disiplin: ahli tafsir, fiqh, tasawuf, sejarawan dan sastrawan. Itu adalah tipikal struktur pengetahuan ulama-ulama Islam sejak lama. Ilmu adalah satu kesatuan yang tidak boleh disekat oleh spesialisasi. 

Buku bahasa Arab yang pertama saya baca adalah "SERIAL PARA JENIUS ISLAM" yang ditulis Abbas Mahmoud Al-‘Aqqad, wartawan dan penyair Mesir. Seri ini membahas tokoh-tokoh jenius Islam, mulai dari Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib dan Khalid bin Walid. 

Saya membaca buku ini waktu kuliah, menemukan buku ini di perpustakaan LIPIA. Saking bagusnya, saya ingin punya. Akhirnya setelah menabung, saya memesan serial buku ini dari penerbit di Timur Tengah. 

Itulah sekilas kenangan saya tentang buku-buku yang saya baca waktu muda dan berkesan sampai sekarang. Buku apa yang membuat Anda semua terkesan? Mari kita rayakan Hari Buku Sedunia dengan menularkan semangat membaca buku. 

Bukankah ayat Al-Qur'an yg pertama turun adalah perintah membaca? Kobarkan semangat Indonesia! #HariBukuSedunia #KobarkanSemangatIndonesia #ArahBaruIndonesia. [Anis Matta]



Diberdayakan oleh Blogger.