Isra' Mi'raj Disebut Tak Logis, Begini 3 Penjelasan Telak Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad Lc MA (ilustrasi)


Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan tiga argumen telak untuk membungkam mereka yang masih tidak mempercayai Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Menurut mereka, Isra' Mi'raj tidak logis sehingga sukar dipercaya.

Celakanya, semua yang tak percaya Isra' Mi'raj hidupnya menderita di dunia dan akhirat.





Kisah Nabi Sulaiman 'Alaihis Salam


Argumen pertama yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad adalah kisah Nabi Sulaiman 'Alaihis Salam dan Ratu Bilqis di Negeri Saba'. Disebutkan di dalam Al-Qur'an, Ratu Bilqis akan mendatangi kerajaan Nabi Sulaiman.

Guna menunjukkan kekuasaannya atas izin Allah, Nabi Sulaiman ingin memberikan kejutan dengan menghadirkan singgasana Ratu Bilqis di Kerajaan Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman mengadakan sayembara. Jin Ifrit mengajukan diri. Ia menyatakan bisa memindah singgasana Bilqis sebelum Nabi Sulaiman duduk dari berdirinya.

Lantaran tak puas, nabi Sulaiman kembali bertanya kepada kaumnya. Hingga ada satu orang shalih yang mampu menghadirkan singgasana Bilqis dalam sekejap mata. Laki-laki itu bernama Asif bin Balkhiyah.

Asif  yang manusia biasa bisa memindahkan singgasana Bilqis dari Yaman menuju Palestina dalam sekejap mata. Dan itu terjadi jauh sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melakukan Isra' Mi'raj atas izin Allah Ta'ala.






Nyamuk Jakarta ke Pekanbaru


Saat melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru, Ustadz Abdul Somad duduk di bangku pesawat yang dekat dengan jendela. Di jendela pesawat, Ustadz Abdul Somad melihat seekor nyamuk. Nyamuk itu diam di jendela bagian dalam hingga sampai di Pekanbaru.

Ustadz Somad menjelaskan, jika nyamuk Jakarta bertemu dengan nyamuk Pekanbaru akan terjadi dialog antara keduanya. 

"Kamu dari mana?"

"Dari Jakarta"

"Berangkat jam berapa?"

"Jam 6.00"

"Sampai sini jam berapa?"

"Jam 7.30."

Jika menggunakan sudut pandang nyamuk, perjalanan nyamuk Jakarta ke Pekanbaru sangatlah mustahil. Namun hal itu masuk akal bagi umat manusia karena mengetahui proses kejadian yang sangatlah logis.

Ustadz Somad menjelaskan, Nabi melakukan Isra' Mi'raj bukan berjalan sendiri, tetapi diperjalankan oleh Allah dengan kendaraan bernama Buraq. Mudah bagi Allah untuk mentaqdirkan apa pun sesuai Kehendak dan Ilmu-Nya.

Baca: Ustadz Somad Paparkan Ciri Sufi yang Tergoda Setan





Kecepatan Cahaya


Penjelasan ketiga yang digunakan oleh Ustadz Somad untuk membantah kaum yang tak percaya dengan Isra' Mi'raj karena dinilai tidak logis adalah konsep kecepatan cahaya.

Sebagaimana diketahui, cahaya memiliki kecepatan sekitar 3.000.000.000 meter per detik. Nabi Muhamamad menaiki Buraq yang bermakna kilat (cahaya). Ditemani oleh Malaikat Jibril yang terbuat dari cahaya. Dan Nabi Muhammad berkali-kali berdoa agar memiliki cahaya di bagian kanan-kiri-depan-belakang-atas-bawah.

Di akhir doa tersebut, Nabi berdoa, "Dan jadikanlah aku cahaya."

Doa itu dikabulkan oleh Allah, kata Ustadz Somad, sehingga tiga cahaya melakukan perjalanan di malam hari sehingga bisa menempuh Makkah ke Palestina dan naik ke Sidratul Muntaha hanya dalam waktu sepertiga malam, dimana Makkah ke Palestina saja saat itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan menggunakan onta.

Rahasia Kalimat Tasbih dalam Ayat Isra' Mi'raj


Ketika menerangkan Isra' Mi'raj, Allah menggunakan kalimat tasbih 'Subhanalladzi' (Maha Suci Dia). Menurut Ustadz Somad, hal ini untuk menunjukkan kelemahan manusia.

Manusia lemah dalam memahami kronologis Isra' Mi'raj sehingga ia harus mengucapkan kalimat tasbih untuk memuji Allah Yang Mahasuci dan Mahakuasa.

Baca: Hukum Kubur Ari-Ari Dikasih Lampu





"Isra' Mi'raj menunjukkan bahwa manusia lemah. Makanya kalimat pertama dalam ayat Isra' Mi'raj berbunyi Subhana." kata Ustadz Somad.

Hukum Ingkari Isra' Mi'raj


Banyaknya oknum yang tidak percaya kepada Isra' Mi'raj karena menganggap tidak logis merupakan perbuatan berbahaya yang bisa mengeluarkan seseorang dari keimanan. Isra' Mi'raj merupakan bagian dari keimanan yang jika diingkari akan menjadikan seseorang kafir.

"Siapa tidak percaya Isra' dan Mi'raj, maka dia kafir." tegas Ustadz Somad.

Umat Islam harus menerima hukum Al-Qur'an seluruhnya. Jangan menerima sebagian dan menolak sebagian lainnya hanya karena alasan tidak logis atau menuruti hawa nafsu lainnya.

Para Penolak Isra' Mi'raj


Mereka yang menolak Isra' Mi'raj dari umat-umat terdahulu berakhir dalam kenestapaan dan kenistaan di dalam hidupnya. Mereka dihinakan di dunia dan akhirat.

Seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan lainnya yang menganggap Nabi sebagai pembohong, tukang sihir, pendongeng kisah nenek moyang, gila karena mengaku melakukan Isra' Mi'raj. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.