Jokowi Bertemu Ulama 212, Begini Komentar 'Pedas' Politisi Gerindra

Tim 11 Ulama 212 Sampaikan Klarifikasi terkait pertemuan dan Jokowi pada Ahad (22/4/18) di Bogor.


Politisi Partai Gerindra Riza Patria menyampaikan pendapatnya terkait pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan ulama alumni 212 di Istana Bogor pada Ahad (22/4/18) lalu.





Menurutnya, Jokowi melalukan ini pada tahun politik, menjelang gelaran pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang.

"Dulu tidak akrab. Sekarang menjelang (tahun) politik, baru (akrab)." kata Riza dalam diskusi Silaturahim Jokowi dan Alumni 212 di TV One beberapa waktu lalu.

Riza menyatakan, alumni 212 merupakan salah satu kelompok masyarakat di Indonesia yang selama ini dikesankan berjarak dengan Presiden Jokowi.

Riza mengatakan demikian merujuk pada aksi bela Islam 411, dimana Presiden Jokowi tidak menemui perwakilan ulama, kemudian ada tindakan penembakan kepada masyarakat peserta aksi damai.

Jokowi, kata Riza, memang hadir dalam aksi selanjutnya atau aksi 212, tetapi datang terlambat di akhir acara.





Teka-Teki Bocornya Foto Pertemuan


Merujuk pada dititipkannya ponsel ulama 212 saat bertemu Jokowi, Riza menyampaikan analisanya bahwa pihak Istana berperan dalam membocorkan foto pertemuan yang bersifat tertutup itu.

"Bocornya foto itu menandakan istana berkepentingan. Katanya rahasia, tertutup. Ulama ikhlas menyampaikan nasihat. Bukan pencitraan. Tapi kok bocor?" kata Riza melanjutkan.

Ia menegaskan, Jokowi berjarak kepada ulama. Sehingga, menurut Riza, puluhan kasus terkait kriminalisasi ulama terjadi di masa pemerintahan Jokowi

"Karena Pak Jokowi dikesankan berjarak dengan ulama. 21 kasus ulama, habib yang dianiaya. Banyak, yang ditahan, yang ditangkap." tegasnya. 

Namun, pendapat Riza dibantah oleh politisi PDIP Perjuangan, Faozan Amar. Menurut Faozan, Jokowi dekat dengan ulama. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.