Terungkap! Inilah Berita Penting yang Tertutup Puisi Sukma dan Protein Cacing

Akibat bocornya pipa minyak pertamina di Teluk Balikpapan Kaltim (STP)

Sarden mengandung cacing dan puisi yang melecehkan adzan serta cadar menjadi berita paling ramai dalam satu pekan terakhir. (Baca: Cacing Sarden)





Ternyata, dua berita tersebut benar-benar menutupi informasi lain yang lebih besar dan tak kalah pentingnya.

"Dampak tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang luas dan merusak ekosistem laut kayak gini kok kalah beritanya sama berita cacing dan puisi." kata Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitternya @Sutopo_PN pada Rabu (4/4/18).

Sutopo kemudian mengajukan premis, apakah fenomena seperti ini merupakan salah satu tanda terbaliknya zaman? "Apa memang sudah wolak-walike jaman ya?" lanjut Sutopo.

Dalam cuitan-suitan sebelumnya, Sutopo juga menyertakan beberapa bukti rusaknya ekosistem akibat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan tersebut.

Laut dan lingkungan menjadi tercemar, banyak ikan-ikan besar yang mati karena kepanasan atau meminum air laut yang sudah tercemar.

"Ikan pesut dan lumba-lumba mati akibat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Pantai perairan laut terccemar." cuit Sutopo pada Rabu (4/4/18).





Jika ada percikan api, lanjut Sutopo, maka hal itu akan makin membahayakan. Banyaknya minyak di perairan bisa menyebabkan kebakaran.

"Ini sangat berbahaya jika ada api maka mereka dapat terbakar." ujarnya mengingatkan.

Pencemaran lingkungan akibat pipa minyak bocor (STP)

Penyebab Minyak Tumpah


Setelah berkali-kali membantah, akhirnya PT Pertamina Refinery Unit 5 Balikpapan mengakui adanya kebocoran pipa minyak miliknya. 

Hal ini ditegaskan oleh Komber Pol Yustan Alpiani, Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim.

"Pipa milik Pertamina yang dari arah Lawe Lawe (penajam Paser Utara) menuju pabrik kilang Balikpapan yang ternyata bekas terseret, dan putus." katanya seperti dilansir Tribun Kaltim. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.