Deklarasi #2019GantiPresiden Dituduh Nyampah, Ini Fakta Telaknya



Sejumlah netizen di twitter mengungkapkan ujaran bernada fitnah bahwa massa deklarasi nasional relawan #2019GantiPresiden di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta pada Ahad (6/5/18) meninggalkan sampah berserakan.




Padahal massa yang diperkirakan mencapai sepuluh ribu bubar dengan tertib dengan terlebih dahulu memunguti sampah dan dikumpulkan di dalam plastik besar berwarna hitam.

"Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (6/5/2018), sekitar pukul 10.15 WIB, beberapa relawan dan panitia berkaos #2019GantiPresiden membawa plastik sampah hitam besar. Mereka tampak memunguti sampah yang ada di sekitar lokasi acara." lapor detik pada Ahad (6/5/18).

Sampah-sampah dikumpulkan di dalam plastik oleh para relawan, lalu plastik-plastik besar berisi sampah dikumpulkan di dekat trotoar, dijadikan satu.

Salah satu koordinator deklarasi nasional relawan #2019GantiPresiden, Neno Warisman mengingatkan peserta agar tidak meninggalkan sampah. Pasalnya, tertib, rapi dan teratur adalah ciri pergerakan positif seperti ditampilkan dalam aksi bela Islam, terutama aksi 212.




"Terbukti lewat 212, dunia mengatakan kita paling tertib. Jadi tolong para relawan yang pulang, tolong sampahnya dibersihkan jangan sampai ada sampa sedikitpun," kata Neno.

Deklarasi Nasional Relawan #2019GantiPresiden


Deklarasi Nasional Relawan #2019GantiPresiden dihelat di dekat Patung Kuda, Monas, Jakarta pada Ahad (6/5/18) dari jam 9 sampai 11 siang.

Meski sempat beredar adanya larangan dan ancaman penangkapan dari pihak berwenang, kegiatan deklarasi nasional relawan #2019GantiPresiden berjalan dengan semarak.

Penyelenggara menyatakan, sekitar sepuluh ribu umat menghadiri acara dengan bahagia, tertib, santun, dan rapi.

Dalam acara tersebut dibacakan Deklarasi Nasional Relawan #2019GantiPresiden yang didahului dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.