Diterpa Badai Fitnah, Ini Komentar Non Muslim Soal Film 212

Suasana Nobar Film 212 The Power of Love

Mengejutkan. Seorang wanita tanpa kerudung yang mengaku beragama Kristen Protestan menyampaikan pengakuan tulusnya terkait film 212 The Power of Love.




Bukan pengakuan biasa, mengingat film 212 The Power of Love ini sempat mengalami badai ujian. Bahkan kegiatan nonton bareng di satu daerah dihadang oleh sekelompok massa.

"Nama saya Olin. Saya Kristen Protestan. Tapi saya senang banget sama ini film (212 The Power of Love)." kata Olin menyampaikan kesaksian setelah menonton film 212 The Power of Love.

Menurutnya, film 212 The Power of Love bukan tentang demo massa sebagaimana anggapan oknum yang belum meononton dan menyampaikan bullyan. Film 212, katanya, merupakan film tentang cinta.

"Karena yang saya lihat bukan demo massanya, tetapi father and love son (cinta anatara ayah dan anak laki-lakinya." lanjutnya.

Fenomena konflik cinta antara orang tua dan anak, menurut Olin, ada di semua agama. Sebab cinta merupakan bagian dari kehidupan yang tak mengenal agama.

"Sebenarnya di semua agama, (fenomena) ini terjadi." tegasnya.

Setelah menonton dan melihat kualitas, Olin dengan terbuka mengajak masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke bisokop untuk menyaksikan film 212 The Power of Love ini.




"Jadi kalau kamu Indonesia dan ngaku suka produk Indonesia, kamu mesti nonton ini film." ujarnya.

Film 212 The Power of Love merupakan film yang diilhami dari aksi bela Islam 212 di Monas Jakarta pada Jum'at (2/12/16) dua tahun silam. 

Aksi ini berjalan sukses bahkan dihadiri Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla di akhir acara yang dihadiri jutaan umat Islam dan masyarakat Indonesia dari berbagai penjuru ini.

"Ini bukan cuma tentang agama, tetapi tentang pancasila. Love Indonesia, love this movie, 212." pungkas Olin. 

Film 212 ini masih tayang di bisokop. Pada hari keenam penayangan, film ini sudah ditonton lebih dari 300 ribu pasang mata. [Tarbawia]




Diberdayakan oleh Blogger.