Polisi Hentikan Kasus Habib Rizieq, Begini Peringatan dari Aktivis



Menanggapi terbitnya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terhadap kasus yang menimpa Habib Rizieq Syihab terkait Pancasila yang dilaporkan oleh Sukmawati, sejumlah aktivis Muslim menyampaikan pengingat kepada umat Islam.




"Hati-hati jebakan." kata seorang aktivis yang menolak disebut namanya di sebuah ruang diskusi jurnalis Muslim pada Jum'at (4/5/18) siang.

Aktivis yang kini berjuang di salah satu media mainstream ini mengatakan demikian agar umat tidak terbuai, meski tetap mengapresiasi penerbitan SP3 oleh pihak kepolisian.

Aktivis lain yang berkiprah di majalah Islam juga mengingatkan hal serupa. Ia justru mengingatkan, SP3 yang diterbitkan hanya terkait dugaan hinaan kepada Pancasila.

"Itu cuma satu dari 19 pelaporan (yang dialamatkan kepada Habib Rizieq Syihab)." tulis aktivis yang enggan disebut namanya ini.

Penerbitan SP3 Kasus Dugaan Penistaan Pancasila


Sebagaimana diketahui, Polda Jawa Barat menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara terhadap dugaan penistaan Pancasila oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.




Penerbitan SP3, berdasarkan keterangan polisi, sudah lama sekitar bulan Februari-Maret 2018.

Fitnah kepada Imam Besar FPI


Imam Besar FPI Habib Rizeq Syihab dinilai menjadi target oleh oknum-oknum yang tidak menyukai perjuangan dan ceramahnya yang blak-blakan.

Habib Rizieq dijerat oleh berbagai jenis kasus yang dinilai diada-adakan sehingga dirinya melakukan hijrah ke Arab Saudi.

Habib menyampaikan baru akan pulang ke Indonesia jika sudah mendapatkan petunjuk dari Allah. Ijtihadnya untuk menetap di sana merupakan upaya menjaga reaksi umat yang mencintainya.

Pasalnya, Habib tidak takut dipenjara. Laki-laki cicit Nabi Muhammad ini bahkan pernah mendekam di jeruji besi lantaran kezaliman yang dialamatkan kepadanya. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.