Sesuai Prediksi, Keajaiban 212 Ini Terulang Pada Aksi 115



Aksi Indonesia Bebaskan Baitulmaqdis tunai digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Jum'at (11/5/18).




Kegiatan yang dikenal juga dengan Aksi 115 ini diikuti oleh ratusan ribu umat Islam dan masyarakat Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara.

Aksi 115 dihadiri oleh tokoh Nasional, para habib, ulama, kiyai, ustadz dan masyarakat Muslin-Non Muslim dari berbagai lapisan masyarakat.



Semuanya sepakat menjunjung tinggi amanat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa sehingga semua jenis penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

Aksi 115 juga melahirkan sejarah baru bagi pergerakan umat Islam dan masyarakat Indonesia secara umum. Sesuai prediksi, satu fakta yang dinilai ajaib saat Aksi 212 pada Jum'at (2/12/16) dua tahun lalu kembali terjadi saat Aksi 115 pada Jum'at (11/5/18) kemarin.




Aksi Bela Islam 212


Sekitar 30 menit setelah Aksi 212 usai digelar, satu fakta yang dinilai ajaib dan diamini oleh banyak pihak adalah bersihnya kawasan Monas dari sampah.

Jutaan umat Islam dan masyarakat Indonesia berkumpul, tetapi tak ada satu pun sampah yang tertinggal. Peserta Aksi 212 kompak mengumpulkan sampah dan dikumpulkan di plasti-plastik besar berwarna hitam.



Plastik-plastik besar itu dikumpulkan di satu sudut. Petugas kebersihan bersifat partisipatif dan melibatkan seluruh peserta aksi dari berbagai tingkat usia.

Benar-benar ajaib. Monas kembali bersih tanpa satu pun sampah bersamaan dengan bubarnya umat Islam ke rumahnya masing-masing.




Aksi Bela Al-Quds 115


Keajaiban dalam Aksi 212 itu terulang gemilang dalam Aksi 115. Sesuai prediksi, tak ada satu pun sampah yang tersisa seusai aksi yang menolak keputusan Amerika Serikat yang mengklaim Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel.



Sampah dikumpulkan dengan rapi. Sebagian dimasukkan ke dalam plastik besar warna hitam. Sebagian lainnya dikumpulkan di satu sudut kemudian dirapikan.




Tak lama setelah ratusan ribu umat Islam pulang ke rumah masing-masing, Monas kembali bersih tanpa sisa satu helai sampah pun.

Ustadz Bachtiar Nasir selaku salah satu inisiator aksi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi dan menyerukan kepada semua pihak yang menggunakan Monas untuk menjadikan fakta kebersihan ini sebagai salah satu teladan.



Dua keajaiban ini kadang diremehkan oleh mereka yang membenci Islam dan kebaikan. Padahal pada akhir April 2018 lalu, 70 ton sampah berserakan karena suatu acara. Pun ketika malam pergantian tahun baru masehi, Monas yang menjadi parameter Jakarta dan Indonesia itu dibanjiri dengan sampah. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.