Sesumbar Soal SP3 Habib Rizieq, Denny Siregar Dinilai Jilat Ludah Sendiri

Denny Siregar dan kawan-kawan (ilustrasi)


Aktivis media sosial Denny Siregar dinilai menjilat ludah sendiri terkait diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap dugaan kasus penodaan Pancasila yang dialamatkan kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.




"Kasus SP3 HRS murni masalah hukum, kurangnya bukti polisi. Tidak ada intervensi @jokowi tapi dipolitisasi oleh 212. Kalau bukti hukum kurang tapi dipaksakan ke pengadilan, malah digoreng bahwa Jokowi campur tangan. Jadi saya tetap konsisten, akan mundur jika Jokowi INTERVENSI." kata Denny melalui skun twitter @Dennysiregar7 pada Jum'at (4/5/18) siang.

Unggahan Denny ini mendapatkan balasan dari netizen. Ada yang menilai, Denny bersikap tidak konsisten terhadap cuitannya.

"Desi.... Omonganmu tak bisa dipegang.. Persis sama dg junjunganmu sendiri.. Takut mati kelaparan ya..???" cuit @MelayuSejahtera
Sebelumnya, Denny menyatakan akan mundur dari pendukung Jokowi dan mencabut hak pilihnya dalam pemilu. Hal ini disampaikan Denny saat mengomentari kemungkinan penerbitan SP3 terhadap kasus yang menimpa Habib Rizieq.




"Presiden @jokowi dan bapak @Dr_Moeldoko yang terhormat, statemen ini akan membuat kelompok mereka menjadi besar kepala. Dan jika pencabutan itu benar terjadi, saya yang pertama akan mengundurkan diri dari pendukung dan mencabut hak saya untuk memilih.." ungkap Denny pada Kamis (26/4/18). 

Peringatan Aktivis Muslim


Dua orang aktivis menyampaikan pengingat kepada umat Islam terkait penerbitan SP3 untuk kasus penodaan Pancasila oleh Habib Rizieq Syihab.
Satu aktivis mengingatkan agar jangan terbuai. Satu aktivis lainnya mengingatkan bahwa tuduhan yang ditimpakan kepada Habib berupa 19 kasus dan hanya satu yang diterbitkan SP3. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.