Siapa Capres Rekomendasi Ijtima' Ulama? Ini Jawaban Ketua GNPF Ulama



Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Yusuf Martak menyampaikan klarifikasi terkait isu yang beredar bahwa Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional mendukung salah satu calon Presiden (Capres) dan calon wakil Presiden (Cawapres) yang akan berlaga dalam Pilpres 2019 mendatang.




Menurutnya, GNPF Ulama belum memutuskan siapa capres dan cawapres yang akan didukung.

"Kami tidak mengarahkan salah satu calon pun sebagai Capres," ungkap Martak dalam konferensi pers di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat pada Sabtu (28/7/18).

Martak menerangkan, tidak adanya pengarahan secara khusus dikarenakan para pimpinan partai koalisi keumatan yang hadir dalam pembukaan Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional pada Jum'at (17/7/18) malam belum ada yang mendeklarasikan diri sebagai capres atau cawapres.

"Sejak tadi malam dimulainya perhelatan Ijtima' Ulama ini belum ada yang mendeklarasikan diri sebagai calon Presiden." ungkapnya.




Meski demikian, Martak menerangkan bahwa pihaknya akan menyampaikan dukungan kepada siapa pun capres dan cawapres yang memiliki cinta, dan kedekatan dengan ulama.

Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional


GNPF Ulama menyelenggarakan Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta pada Jum'at sampai Ahad (27-29/7/18). Acara ini dihadiri oleh sekitar 500 ulama dari berbagai penjuru Nusantara.

Dalam Ijitima' tersebut, para ulama menyelenggarakan sidang yang terdiri dari komisi Politik, Ekonomi, Dakwah, dan Kelembagaan.

Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dalam sambutannya, Anies berharap agar Ijtima' Ulama ini menghasilkan keputusan yang memeprjuangkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.