Surat Terbuka untuk Suami yang Malu Mengenalkan Pasangannya



Banyak suami yang merasa malu bila bersama dengan pasangannya di muka umum. Malu karena istri yang tak pandai bergaul, telah "menyusut" kecantikannya, kurang nampak "kecerdasan" dan kekurangan-kekurangan lain versi suami.




Perlakuan seperti ini membuat istri merasa sedih, rendah diri dan merasa tidak berharga.

Ketahuilah wahai para suami, sesungguhnya seorang istri membutuhkan pengakuan dan penghargaan dari pendampingnya. Bahkan sedikit pujian walau sebenarnya gombalan sudah cukup membuat hati istri berbunga dan merasa berharga.

Bila ada kekurangan yang terlihat, maka bantulah istri untuk membenahi itu dengan cara yang baik.

Berikan masukan-masukan yang teduh serta bentuk bantuan lainnya. Jangan tuntut istrimu di luar batas kemampuannya.

Bila tubuh mereka melebar dan melebar bantulah untuk merampingkan kembali dan bukan malah malu untuk berjalan bersama.

Ingatlah... tubuh yang melebar adalah salah satu bukti pengorbanan karena  mengandung, menyusui, mengasuh anak-anak dan mengurus suami hingga tak sempat mengurus diri sendiri.




Bila wajah istri tak lagi merona maka berilah kesempatan untuk beristirahat. Kurangi beban-beban dan bila ada tambahkanlah budget agar bisa kendurkan syaraf atau sedikit bermanja di salon sehingga wajah itu akan kembali segar dan ceria.

Sesungguhnya wajah yang tak lagi merona atau berkerut itu bukan semata karena faktor usia, namun lebih disebabkan lelah dan beban yang ada; beban fisik dan psikologis.

Hargailah pengorbanan istri dengan berterima kasih dan bangga akannya.

Pandanglah mereka dengan rasa kasih, maka akan terlihat aura kilauan kecantikan dari dalam walau berbalut raut yang sudah mengendur. 

Ajaklah mereka untuk santai sejenak dari rutinitas melelahkan. Gembirakan mereka dengan perhatian dan luapan kasih sayang.

Tunjukan kebanggaan memiliki istri yang telah berkhidmat selama ini, yang telah mengorbankan diri dan ikhlas meninggalkan kemanjaan dari ayah bundanya untuk membersamaimu, merawatmu dan anak-anakmu. [Syahidah Aulia]



Diberdayakan oleh Blogger.