Tidak Hanya Capres-Cawapres, Ini Rekomendasi Ulama Soal Ekonomi Umat



Tidak hanya merekomendasikan capres-cawapres yang akan bertanding pada pilpres 2019, GNPF Ulama juga menyampaikan rekomendasi di bidang ekonomi keumatan melalui forum Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional di Slipi, Jakarta Barat pada Jum'at-Ahad (27-29/7018).




Berikut rekomendasi ulama terkait program ekonomi keumatan.
1. Program Ekonomi Keumatan dan/atau Program Ekonomi Konstitusi akan menjadi Program Prioritas untuk pemberdayaan ekonomi umat berbasiskan ekonomi syariah. 

2. GNPF Ulama adalah Pemegang Hak Merk 212 yang dapat digunakan oleh umat dengan syarat dan ketentuan yang diatur kemudian . 

3. Merevitalisasi Dewan Ekonomi Syariah yang dibentuk oleh GNPF Ulama pada tahun 2017 yang lalu, dengan memfungsikan sebagai Komite Nasional Ekonomi Umat. 

4. Komite Nasional Ekonomi Umat didirikan dengan tujuan memantau, memajukan, melindungi, dan mendorong kepentingan pemberdayaan ekonomi umat. 




5. Koperasi Syariah 212 adalah salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi Umat yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari GNPF Ulama dan bernaung di bawah payung Komite Nasional Ekonomi Umat. 

6. Anggota Komite Nasional Ekonomi Umat terdiri dari eks anggota Dewan Ekonomi Syariah GNPF Ulama yang masih ada dan memenuhi syarat serta ditambah dengan anggota baru yang disepakati dari forum musyawarah ini, yang terdiri dari: Heppy Trenggono, Jufri Syahroni, Syafi’i Antonio, Ichsanudin Noorsy, Azrul Azis Taba, Abdul Majid, Muhsin Thoyib , Habibullah, Muhamad Rusdi, Sabrun Jamil, Nurdiati Akma, Rinar Lydia 

7. Membentuk lembaga permodalan nasional yang berbasis keumatan. 

8. Membangkitkan perekonomian umat yang berbasiskan masjid, pesantren, dan sentra- sentra lainnya. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.