Teguh Kawal Hasil Ijtima', Habib Pastikan Agenda Umat Aman

- Agustus 25, 2018


Tepis berbagai tuduhan yang menyatakan dirinya punya modus jabatan, Habib Rizieq Syihab menyampaikan alasan di balik sikap ngototnya untuk mengawal hasil Ijtima' Ulama terkait dukungan capres-cawapres pada pilpres 2019 mendatang.




"Capres-cawapres tersebut harus punya ikatan perjanjian dengan para ulama." kata Habib langsung dari Makkah Al-Mukarramah dalam sebuah rekaman video yang diberikan kepada jurnalis Muslim, Sabtu (25/8/18) pagi.

Perjanjian tersebut, lanjut Habib, berisi tentang komitmen pasangan capres-cawapres terhadap ulama dan umat Islam.

"Apa yang akan mereka lakukan untuk Islam dan umat Islam? Apa yang akan mereka lakukan untuk umat dan bangsa? Apa yang akan mereka lakukan untuk negara?" tegasnya.

Perjanjian tersebut merupakan strategi yang dilakukan Habib agar umat tidak kembali dizhalimi dan para ulama tidak mendapatkan kriminalisasi.

"Jadi ulama tidak akan membeli kucing dalam karung. Ulama jangan memberi cek kosong. Tidak bisa." tegasnya.




Komitmen Ulama


Habib menyebutkan contoh bentuk komitmen yang akan diajukan kepada pasangan capres-cawapres agar ulama memberikan dukungan. Isu pertama soal ketegasan terhadap penista agama dan perlawanan terhadap organisasi terlarang yang berkiblat kepada komunisme.
 
"Saya dukung Anda. Tapi tanda tangani perjanjian, kalau ada yang menodai agama, tangkap! Saya siap dukung Anda, tapi Anda siap gak lawan PKI?" tegas Habib.

Dua contoh tersebut merupakan bentuk nyata agar Islam dan syariatnya tidak ditunggangi oleh kepentingan apa pun yang merugikan umat.

"Jangan sampai ulama, umat Islam, syariat Islam dikangkangi oleh siapa pun." pungkasnya. [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search