Blak-Blakan, Fuadz Bawazier Ungkap Indikasi PKI dalam Pembakaran Bendera Tauhid



Secara blak-blakan, tokoh nasional Fuad Bawazier mengungkap peringatan yang disampaikan almarhum KH Hasyim Muzadi semasa hidupnya terkait adanya indikasi PKI. Fuad mengaitkan indikasi PKI ini dengan pembakaran bendera oleh oknum Banser di Garut, Senin (22/10/18).




"Terjadinya pembakaran bendera tauhid di Garut oleh pemuda-pemuda Ansor mengingatkan saya pada bisikan keprihatinan Pak Hasyim Muzadi, Ketum PBNU saat itu, kepada saya bahwa beliau mencium Pemuda Ansor dan PMII telah kemasukan anak keturunan PKI." kata Fuad dalam pesan yang diedarkan kepada awak media, Selasa (23/10/18).

Selain dua organisasi pemuda dan mahasiswa tersebut, lanjut Fuad, Kiyai Hasyim juga menyebutkan dua organisasi lainnya yang terindikasi dimasuki oknum PKI.
"Selepas bisikkan itu, KH Hasyim Muzadi mengingatkan pula kepada saya bahwa beliau juga mensinyalir hal yang sama terjadi di HMI dan PII (Pelajari Islam Indonesia)." lanjut politisi senior ini.

Infiltrasi ini, lanjut Fuad mengutip penjelasan Kiyai Hasyim, dilakukan untuk menyamarkan jati diri agar tidak dicurigai.




"Masih kata almarhum KH Hasyim Muzadi, bahwa motifnya nyusup selain mencari wadah baru juga untuk menghilangkan jejak ke PKI-an mereka." tegasnya.

Wanti-wanti Kiyai Hasyim itulah yang membuat Fuad lebih berhati-hati karena dirinya merupakan alumni PII dan HMI.

"Sejak itu saya sebagai alumni PII dan HMI menjadi lebih waspada karena sinyalemen beliau (almarhum KH Hasyim Muzadi) sesuai dengan indikasi yang ada." ungkapnya.

Fuad berpesan agar anggota organisasi tersebut mewaspadi dengan melakukan pengawasan agar ideologi yang dilarang oleh bangsa Indonesia ini tidak mewabah karena terbukti menyesatkan. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.