Detik-Detik Emosional Banser Bakar Bendera Tauhid



Tak kuasa membendung, air mata pasti berjatuhan. Emosional. Perasaan diaduk-aduk. Tak karuan. 




Dimanakah hati nurani mereka? Mengapa mereka tega membakar bendera bertuliskan kalimat agung Laa Ilaha Illallah, Muhammadan Rasulullah?

Belasan orang berkerumun. Satu orang mondar-mandir. Lalu menunduk. Memegang ujung bendera hitam bertuliskan kalimat Laa Ilaha Illallah.

Ia jongkok. Lalu menyalakan korek api. Ujung kain bendera Tauhid itu sudah terbakar. Tapi tak sempurna. 

Lalu diantara mereka berteriak. Lantang. Sambil jingkrak-jingkrak. Ada banyak yang mengepalkan tangan. Mengangkatknya sejajar bahkan di atas kepala. Maksudnya apa?

Lalu mereka mencari kertas. Agar api kian besar. Satu laki-laki membawa bendera Tauhid terbakar, lalu menuju kelompok dua sampai tiga orang di ujung lain.




Di ujung sana, dua orang sudah memegang kain bertuliskan kalimat Tauhid, segi empat panjang. Untuk diikatkan di kepala. 

Lalu tiga orang jongkok. Sebagian besar mengabadikan. Kemhudian mereka berteriak, "Merah Putih... Merah Putih..."

Terus sambil beteriak. Mengepalkan tangan. Seperti tak berdosa. Seperti tak punya salah.

Ngeles, mereka menyampaikan klarifikasi, itu bendera ormas HTI yang dilarang. Padahal benderang, mereka membakar bendera Laa Ilaha Illallah, kalimat yang tiap hari dibaca dalam shalat dan dikumandangkan muadzin.

Siapa yang tak emosi? Hanya mereka yang hatinya mati! [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.