Ini Bantahan Telak kepada Banser yang Sebut Bakar Bendera HTI


Kelakuan belasan anggota Banser di Alun-Alun Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang membakar bendera Tauhid menuai protes keras dari berbagai unsur masyarakat Muslim di Nusantara.




Miris. Tindakan Banser ini dibenarkan oleh Ketum GP Ansor, Yaqult Cholil Qoumas. Konyolnya, baik Banser di Limbangan maupun Yaqut tak bisa membedakan antara bendera Tauhid dan bendera HTI.

Seperti dijelaskan oleh Kementrian Dalam Negeri beberapa bulan yang lalu, ada perbedaan antara bendera Tauhid dan bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Meski sama-sama terdepat tulisan kalimat Tauhid, Laa Ilaha Illallah, yang membedakan adalah tulisan HTI.

"Yang kami larang adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera Tauhid. Keduanya berbeda. Kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia di bawa kalimat Laa Ilaha Illallah." kata Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo seperti dilansir JPNN.

Dalam video berdurasi 02:05 ini, terlihat jelas bahwa yang dibakar adalah bendera Tauhid berwarna hitam. Tidak terdapat tulisan Hizbut Tahrir Indonesia dalam bendera yang dibakar oknum Banser tersebut. 




Berikut foto-foto dari lokasi. Saksikan juga videonya di Banser Garut Bakar Bendera Tauhid di akhir unggahan.





Yaqut menegaskan, tindakan Banser di Garut merupakan upaya menyelamatkan bendera Tauhid. (Baca: Bukan Istighfar, Ini Komentar Yaqut Soal Banser Bakar Bendera).  [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.