Teguh Bersama Ummat, Muhammadiyah Suarakan Ini Terkait Pembakaran Bendera Tauhid



Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu'ti M Ed tegas memposisikan dirinya bersama ummat terkait pembakaran bendera Tauhid oleh Banser di Garut, Jawa Barat (22/10/18).




Selain tegas bersama dan membela ummat, pernyataan PP Muhammadiyah ini juga bermakna mendinginkan suasana yang kian memanas.

1. Pembakaran bendera yang di dalamnya bertuliskan syahadat seharusnya tidak perlu terjadi. Aksi itu sudah kebablasan, apalagi dilakukan pada saat peringatan hari santri. Bagaimanapun juga yang dibakar itu adalah kalimat syahadat yang sangat suci dan mulia dalam ajaran Islam. 

Kalau yang mereka melakukan itu sebagai bentuk nasionalisme, ekspresi dan aktualisasinya keliru. Nasionalisme seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tetap dalam bingkai akhlak yang luhur. Jika yang mereka maksudkan adalah membakar bendera HTI maka ekspresinya bisa dilakukan dengan cara yang lain, cukup dengan aksi simbolik dan tidak perlu verbal. Dengan menolak HTI sebenarnya cukup daripada membakar bendera yang ada tulisan syahadat atau kalimat tauhid

Jika niatnya baik maka melakukan sesuatu yang baik harus dengan cara yang baik pula.
2. Pihak Banser Garut harus meminta maaf kepada umat Islam atas tindakan tidak bertanggung jawab anggota mereka. Dalam hal ini pimpinan Banser setempat atau di atasnya  harus melakukan pembinaan agar masalah serupa tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang. 




3. Bagi masyarakat yang berkeberatan dan melihat persoalan pembakaran sebagai tindak pidana penghinaan terhadap simbol agama, sebaiknya menyelesaikan melalui jalur hukum, dan menghindari penggunaan kekuatan massa dan kekerasan.

4. Kepada aparatur keamanan dan penegak hukum hendaknya menindaklanjuti dan menjalankan hukum sebagaimana mestinya. Jangan melakukan pembiaran hanya karena dalih membela nasionalisme. Setiap kekerasan atau tindakan yang meresahkan publik harus dilakukan tindakan hukum sesuai koridor hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

5. Sangat wajar apabila sebagian umat Islam marah terhadap aksi pembakaran kalimat Tauhid. Walapun demikian, masyarakat, khususnya umat Islam, tidak perlu menanggapi persoalan pembakaran bendera secara berlebihan. Aksi massa tandingan dan kemarahan yang berlebihan berpotensi menciptakan perpecahan dan kekisruhan yang berdampak pada rusaknya persatuan umat dan bangsa. Tapi kejadian tersebut harus menjadi bahan muhasabah agar tidak terjadi lagi dengan alasan apa pun. []

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.