Larang Panji Tauhid di Reuni 212, Alasan Marsudi Syuhud Lebay



Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud menyampaikan imbauan agar ummat Islam tak membawa panji hitam bertuliskan kalimat Tauhid Laa Ilaha Illallah Muhammadun Rasulullah atau dikenal dengan ar-Royah saat reuni 212 di Monas, Jakarta pada Ahad (2/12/18) yang akan datang.




Alasannya dinilai lebay oleh Ustadz Haikal Hasan.

"Tapi kalau nanti ternyata mendekati istilah demo, itu nanti bisa tidak terkendali. Misalnya dengan membawa Royah hitam. Royah hitam bisa memecah belah ukhuwah Islamiyah karena di antara kita ada yang memahami bahwa Royah itu dikhususkan untuk perang. Apa kira-kira nanti bisa menjaga sterilisasi Royah yang warnanya aswad (hitam) yang untuk perang?" kata Marsudi dalam talk show di TV One beberapa waktu lalu.

Marsudi dengan jelas menyebutkan, ummat Islam tak perlu membawa Royah hitam bertuliskan kalimat Tauhid.

"Saya harapkan jangan membawa Royah hitam itu. Karena Royah hitam itu sesuatu yang masih banyak para ulama memahami bahwa itu bendera perang. Jangan sampai dibawa. Gak usah membawa bendera yang seperti itu." tegasnya.




Dinilai Lebay


Menanggapi opini Marsudi, Ustadz Haikal Hasan menyatakan bahwa pernyataan tersebut berlebihan.

"Membawa kata-kata perang itu lebay. Bawa-bawa kata perang, apaan? Ini Maulid yang kita adakan di Monas sekaligus reuni, terus salahnya dimana? Kekhawatirannya dimana?" kata Ustadz Haikal menimpali. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.