Menolak Menyerah, Pemuda Muhammadiyah Ungkap Ini



Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait dugaan penyalahgunaan dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Kemenpora 2017, Jum'at (23/11/18).




Sebelum menuju Polda Metro Jaya, Fanani mengunggah tulisan di laman fesbuknya tentang kekuatan yang berupaya menumbangkan perjuangan melawan keadilan di Nusantara.

"Sahabat, sedari awal kami sadar betul bahwa perjuangan ini tak akan mudah. Yang kami hadapi bukan sembarang kekuatan biasa." tulis Fanani, Jum'at (23/11/18).

Kekuatan itu, lanjut Fanani, bisa melakukan segala macam cara untuk mewujudkan kepentingannya. Alhasil, siapa pun yang melawan akan dikalahkan dengan mudah.

"Mereka bisa melalukan segala cara. Dan kami mungkin akan dikalahkan dengan mudah." lanjutnya.

Meski demikian, Fanani menolak menyerah. Bagi pemuda kelahiran Pemalang, Jawa Tengah ini, kebenaran adalah harga mati yang tak bisa dikompromikan.




"Tapi yang pasti kami tak akan pernah menyerah. KAMI TAK AKAN MENYERAH. Karena buat kami kebenaran tak bisa dikompromikan. Nurani kami tak bisa dibungkam." pungkasnya.

Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017


Polda Metro Jaya melakukan pemanggilan kepada Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Pusat, Dahnil Anzar Simanjuntak, perwakilan Banser serta Kemenpora.

Polda menindaklanjuti adanya laporan BPK yang menyebutkan adanya potensi kerugian negara dalam dugaan penyalahgunaan dana Kemah dan Apel Pemuda Islam pada 2017 lalu.

Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017 sendiri merupakan program Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang melibatkan unsur Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor. Meski menyebut adanya potensi kerugian negara, BPK belum menyebutkan angka kerugian. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.