Pemuda Muhammadiyah Dituduh Korupsi, Tulisan Istri Dahni Anzar Bikin Penuduh Gigit Jari



Menanggapi berbagai tuduhan di media sosial dan media mainstream bahwa Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan korupsi dalam Kemah dan Apel Pemuda Islam Kemenpora 2017, Heni Novitasari mengunggah tulisan jawaban.




Tulisan Heni dinilai telak. Berhasil membungkam para penuduh. Apalagi Heni menulis dengan blak-blakan dan menceritakan banyak kejadian di balik layar. Baca sampai selesai.

Buat beberapa teman saya yang bukan bagian dari Pemuda Muhammadiyah, bahkan bukan bagian dari Muhammadiyah, jangan karena fanatiknya pada capresmu kemudian kamu sotoy menghina-hina, memfitnah tanpa kalian bertabayyun dulu. Jangan karena beda pilihan pada pilpres kalian jadi mudah ikut andil dalam kegiatan fitnah. 

September 2017, Pak Menpora mengundang Pemuda Muhammadiyah untuk datang ke kantornya. Setiba di sana, suami saya (Dahnil Anzar Simanjuntak) sudah melihat ketua GP Ansor. Inti dari pertemuan itu, Pak Presiden dan Menpora mengajak untuk gabung untuk membuat acara akbar gabungan antara Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor yang difasilitasi oleh Menpora. Acara itu untuk meredam isu-isu yang berkembang saat itu, isu pemerintahan Pak Jokowi anti Islam, krimanilasasi agama, PKI dan sebagainya. 

Kemudian atas saran bapak-bapak Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan kesepakatan anggota Pemuda Muhammadiyah untuk menerima tawaran itu.dan ditunjuklah Ahmad Fanani sebagai ketua panitia. Dalam acara itu, Menpora memberikan dana 2M (miliar) kepada Pemuda Muhammadiyah dan GP Anshor 3M (miliar). Dan 2M yang diberikan ke Pemuda Muhammadiyah itu masuk ke rekening Pemuda Muhammadiyah, Ya kerekening Pemuda Muhammadiyah, bukan ke rekening Dahnil Anzar, Ahmad Fanani, dll. 

Saya ulang ya, masuk ke rekening Pemuda Muhammadiyah. Dan dana 2M itu murni digunakan untuk membiayai saat acara tersebut. 




Sekarang tiba-tiba ini menjadi masalah. Loh aneh? Harusnya Menpora yang muncul dan bertanggung jawab atas dana yang dikeluarkan, kenapa Pemuda Muhammadiyah yang disoroti toh kapasitas Pemuda Muhammadiyah saat itu diajak dan Pemuda Muhammadiyah telah membantu pemerintah untuk meredam isu-isu itu. 

Dan yang parahnya lagi media membuat framing negatif seperti Kumparan dan lain lain membuat judul Dahnil Anzar telah korupsi dan lain lain tanpa bertabayyun dulu. Dan yang Projo keasyikan goreng tanpa disadari melakukan fitnah yang mereka tidak tahu kebenarannya. Kasihan.

Kini uang 2M itu dikembalikan oleh panitia. Ya, oleh panitia, bukan dikembalikan oleh Dahnil Anzar karena suami saya gak ada urusan dengan uang itu. Kenapa dikembalikan? Karena ini masalah harga diri Pemuda Muhammadiyah. 

Terus ada yang bilang, lah enak banget yah uang 2M ngendap direkening Dahnil sudah dapat berapa tuh bunganya?

Anda itu kalau ngomong itu berfikir dikit jangan dungu (pinjam istilah RG). Dari awal dana 2M itu gak masuk kerekening suami saya. Jangan sok tahu. Dan saat Menpora memberikan dana 2M ke Pemuda Muhammadiyah, uang itu digunakan full untuk kegiatan acara dan itu ada bukti-buktinya. Kalau mau lihat, sini main ke kantor Pemuda Muhammadiyah.

Jadi ketika uang Menpora dikembalikan oleh panitia berarti secara otomatis acara kemah akbar 2017 itu Pemuda Muhammadiyah biaya sendiri. Sampai sini faham kan? 




Buat Muhammadiyah, uang 2M itu kecil, tak perlu ngemis-ngemis

Kalau suami saya gila jabatan, uang dan sebagainya itu sudah dilakukan sejak lama. Gak sedikit tawaran dan iming-iming yang menggiurkan. Tapi buat suami saya, integritas tidak bisa dibeli oleh apa pun. Buat kita, kita gak takut miskin karena Allah yang Mencukupkan. Kita gak takut gak dapat jabatan karena jabatan hanya amanah. Dan selama suami saya menjadi ketua umum Pemuda Muhammadiyah, suami saya gak cari makan dan mencari keuntungan di situ seperti apa yang kalian tuduhkan.

Kalian bisa cek laporan keuangan Pemuda Muhammadiyah; dana yang masuk dan keluar. Itu murni untuk kegiatan Pemuda Muhammadiyah. Suami saya sangat menjaga saya, istrinya dan anak-anaknya untuk tidak makan dari uang-uang yang diberikan atas nama Pemuda Muhammadiyah. 

Jadi ingat saat Tanwir di Tangerang di hotel Narita saat dihadiri Pak Jokowi. Posisi hotel dekat dengan rumah saya. Saya datang pas acara Tanwir karena akan ditutup oleh Pak Jokowi. Saya ingat betul pas saya datang ke hotel itu bersama anak-anak saya pas saat peserta Tanwir makan siang. 

Saat itu suami mengajak saya dan anak-anak untuk makan di luar hotel. Ya, makan di warung yang tidak jauh dari hotel. Suami tak mengijinkan saya dan anak-anak untuk makan di dihotel. 

Sampai saya ingat betul saat kita lagi asyik makan di warung ada bapak-bapak berkata ini yang punya acara siapa yah, keren sampai Pak Presiden hadir. Kami yang lagi makan senyum-senyum nahan ketawa. 

Suami mengajarkan (kepada) saya dan anak-anak untuk tidak aji mumpung. Jangankan kami menginap di hotel itu, untuk makan aja saya dan anak-anak dilarang suami.

So, kalau kalian masih menebar fitnah bahwa suami saya, Dahnil Anzar dan kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani, Putra Batu Bara dan lain lain dituduh melakukan korupsi, saya Heni Novitasari menantang siapa pun kalian yang telah membuat status, berkomentar yang menyebar fitnah untuk ngopi romantis di meja hijau. Silakan kalian tunjukan bukti-buktinya. 

Saya dan istri dari Ketua Pemuda Muhammadiyah, Susanna Bahri ( istri dari Putra Batu Bara), Ines (istri dari mas Fanani ) dan lain lain ikhlas suami kami berjuang dakwah menghabiskan waktu penuh di Pemuda Muhammadiyah tanpa gaji dan sebagainya tapi jika kalian menebar fitnah atas suami-suami kami, kami tidak tinggal diam loh.

Tangerang, 24 November 2018

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.