Setelah Viral dan Gaduh, Ini Penjelasan Polisi Soal Pemeriksaan Dahnil




Dalam satu pekan terakhir, publik disuguhi berita pemeriksaan dua pengurus pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ahmad Fanani. Polda Metro Jaya pun menyampaikan penjelasan untuk merespons pemberitaan yang viral dan terkesan gaduh ini.




"Kita ambil keterangannya untuk mengklarifikasi karena ada laporan dari masyarakat jadi kita klarifikasi dan itu biasa." kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Idham Azis seperti diwartakan kumparan.

Dahnil diperiksa sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammdiyah. Sedangkan Fanani diperiksa sebagai Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam di Candi Prambanan, Jawa Tengah pada Desember 2017 lalu.

Dalam laporan tersebut, Dahnil dan Fanani didelik dengan dugaan korupsi dalam kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam dan disebut merugikan uang negara.

Kemah dan Apel Pemuda Islam





Kemah dan Apel Pemuda Islam diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Prambanan, Jawa Tengah pada Desember 2017. Kemenpora membiayai kegiatan ini dengan menggunakan dana APBN senilai 5,5 miliar rupiah.

Kegiatan melibatkan 20.000 peserta dari unsur Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor. GP Ansor menerima uang senilai 3,5 miliar rupiah, Pemuda Muhammadiyah hanya mendapatkan dana 2 miliar rupiah.

Dana tersebut merupakan biaya akomodasi dan tranportasi para peserta. Namun, Pemuda Muhammadiyah mengembalikan uang senilai 2 miliar rupiah itu kepada Kemenpora.

Menanggapi adanya pemeriksaan Dahnil dan Fanani yang sudah masuk ke tahap penyidikan dan disebutkan merugikan keuangan negara, Menpora Imam Nahrawi mengaku kaget. (Baca: Komentar Menpora Imam Nahrawi tentang Pemeriksaan Dahnil) [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.