GP Ansor Beda Sikap Soal Muslim Uighur, Begini Respons Keras Netizen

- Desember 22, 2018


Netizen menanggapi dengan keras pernyataan GP Ansor terkait kejadian penindasan yang menimpa Muslim Uighur di Xinjiang, China. 




"Cuma bilang protes karena saudara Muslim teraniaya kok mikir dilama-lamain. Giliran pengajian belum acara mulai aja dibubarin. Padahal gak dengar dulu apa yang dikhutbahkan." ungkap Hery Ibnu Sutopo.

"Orang syiah tidak suka sunny. Tapi kalau syiah yang dibantai pasti orang ini ngomong dengan keras. Paham ya sampai di sini." kata Tedy Setiady.



"Ah sudahlah, Yaqut. Apapun alasanmu itu gak bisa diterima masyarakat Muslim. Otakmu sudah dicuci dengan paham sekuler, liberal, dan kapitalis. Di otakmu hanya uang dan uang. Uang petani jagung aja lu embat." tulis Samsi.




"Betul kata Dubes Arab. Ada organisasi sesat. Sekarang malah mencoba menyesatkan ummat." kata Sali Purwandi.


"Ntar kalau dia lagi kecelakaan, kita lihat dulu masalahnya, gak sesederhana itu, tanya dulu saksi mata. Siapa tahu dia yang salah. Baru ditolongin. Gitu aja yak." sambung Santi Bunda Nayyara.




"Jongos China dan Israel. Keras terhadap Muslim, melempem terhadap kapir, munafikin,liberal." kata Fuad AS.


Sebelumnya, GP Ansor memberikan pernyataan dalam bentuk tertulis menyikapi kasus penindasan Muslim Uighur di Xinjiang, China. Menurut GP Ansor, pihaknya tidak reaktif dan melihat tragedi ini dalam skala global.




"GP Ansor tak pernah reaktif menyikapi persoalan global dengan hanya berdasar pada pemberitaan-pemberitaan, terutama di media sosial. Kajian-kajian strategis dilakukan agar tidak terjebak pada sebuah penyikapan yang salah atas sebuah persoalan internasional." ungkap GP Ansor dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, ormas ini juga menganggap bahwa Tiongkok anti-Islam adalah prematur dan tidak sesuai dengan sejarah. Bahkan pihaknya menuduh ada oknum-oknum yang mengampanyekan isu Muslim Uighur ini untuk kepentingan pilpres dan pileg 2019.

"Penyikapan Tingkok anti-Islam adalah prematur dan mengenyampingkan fakta sejarah tersebut, terlalu tergesa-gesa dan reaktif. GP ansor mengkaji seksama, khususnya secara geopolitik terkait isu di Xinjiang, di mana justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politik. Termasuk kepentingan politik di tanah air mendekati Pileg dan Pilpres 2019 mendatang." lanjut rilis tersebut.




GP Ansor juga menyoroti adanya berbagai berita, baik dalam bentuk teks, gambar maupun video yang tidak sesuai dengan kejadian yang menimpa Muslim Uighur.

"Berita yang tersebar bahwa Tiongkok anti-Islam adalah pesan yang dibawa kepentingan tertentu, menunggang pada kekuatan politik tertentu, dan tujuannya untuk membawa segala macam krisis tersebut ke Indonesia, bahkan banyak berita hoaks diproduksi. Kami menemukan banyak tautan berita yang tidak sesuai fakta, seperti foto-foto kejadian lain tapi disebut itu kejadian yang menimpa etnis Uighur di Xinjiang." terang rilis tersebut. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search