Dosakah Istri Memarahi Suami karena Malas Silaturahim? Begini Jawaban Bijak Ustadz Somad



Seorang jamaah bertanya kepada dai nasional Ustadz Abdul Somad. Ia mengeluhkan suaminya yang kerap menolak diajak silaturahim.




"Dia paling susah diajak silaturahim ke mana pun, bahkan ke tempat saudaranya pun tak mau." kata Ustadz Somad membaca pertanyaan jamaah.

"Kadang-kadang saya sampai jengkel. Apakah saya dosa karena suami menolak silaturahim sehingga saya marah-marah sama dia?" lanjutnya.

Ustadz Somad menjelaskan, silaturahim merupakan perbuatam ma'ruf yang sangat dianjurkan.

Nabi juga menjanjikan banyak kebaikan bagi siapa yang bersilaturahim. Seperti luasnya rezeki, panjang umur, dan menolak bahaya.




Tetapi, orang yang menolak silaturahim, apalagi seorang suami, tidak usah dimarahi.

Cukup diingatkan dengan baik, ditanya sebab kemalasan dan diajak dengan cara yang tepat.

"Jangan marah-marah. Marah tak menyelesaikan masalah. Kalaulah marah menyelesaikan masalah, tak perlu ada konsultan." jawab bijak Ustadz Somad dalam kajian ba'da Subuh di Masjid Nurul Huda, Perbaungan, Sergai, Sumatera Utara pada Sabtu, (25/11).

Mengajak kebaikan harus dengan cara yang santun. Jangan marah-marah. Tanyakan pula sebabnya.

"Tanya baik-baik. Jangan marah-marah," tegas dai yang menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini. [Mbah Pirman/Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.