Rumah konsep pesanstren

Suami Suka WA-an Sama Wanita Lain, Bolehkah Istikharah untuk Cerai?

- Juli 06, 2021

shalat istikharah

Assalamu’alaikum Ustadz, saya mau bertanya. Shalat istikharah apa bisa untuk suami. Karena suami saya selalu menjelekkan saya di ibunya, ucapannya kasar, dan suka WA-an dengan wanita lain. Apakah bisa Ustadz, melakukan shalat istikharah bertujuan untuk apakah pernikahan ini lanjut apa berakhir? Di lain sisi kami sudah memiliki 2 anak. (Dini)

*** 

Wa’alaikum salam warahmatullah. Bisa. Shalat istikharah bisa untuk segala urusan. Sebagaimana perkataan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kami cara mengerjakan shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami Surat Al Qur’an.

Namun, apakah cerai itu sebuah opsi? Jika bisa, ikhtiarkan dulu untuk memperbaiki keluarga. Sering kali kita tidak bisa mengubah orang lain, tetapi bisa mulai mengubah sikap kita kepadanya. Coba tingkatkan bakti dan pelayanan kepada suami dan perbanyak doa untuknya agar menjadi suami yang shalih.

Amalkan shalat tahajud dan shalat hajat, lalu berdoa kepada Allah dengan permintaan tersebut. Amalkan selama tiga bulan dan perhatikan perubahan pada diri suami. Jika suami mulai berubah, tak perlu ada opsi cerai.

Bagaimana jika suami tak juga berubah dan cerai  menjadi opsi solusinya? Amalkan shalat istikharah, sehingga Allah memberikan pilihan terbaik dan memberkahi keputusan atau langkah apa pun setelahnya. Sebagaimana doa yang dipanjatkan setelah shalat istikharah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

 اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ

 وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى 

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kuasa-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Semoga Allah menjadikan keluarga Bu Dini sakinah mawaddah wa rahmah. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai shalat istikharah mulai dari keutamaan, tata cara hingga niatnya, silakan baca Niat Shalat Istikharah. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbawia]

 

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search