Sempat Panas, Begini Kisah Di Balik Ijtima' Ulama II



Berkumpul 2: Kami Sudah Rela, Jenderal! 
Oleh: Abrar Rifai




Dinamika seputar rekomendasi Ulama yang dihasilkan pada Ijtima' yang pertama benar-benar menguras emosi. Baik pada pihak Prabowo, lebih-lebih lagi di pihak Ulama. Bagaimana tidak, Ulama yang telah bersidang, memeras pikir dan memberdayakan berbagai potensi untuk menghasilkan keputusan terbaik, ternyata justru tidak bisa direalisasikan oleh Prabowo.

Bersitegang, adu argumen antara Prabowo dan perwakilan Ulama. Panas! Bahkan sampai berdiri dari duduk. Untung saja tidak terjadi saling gebrak meja. Ini menandakan bahwa Ulama memang serius ingin mewujudkan apa yang menjadi harapan ummat. Ulama memperjuangkan semaksimal mungkin apa yang telah menjadi keputusan bersama. Tapi rupanya ada realitas lain yang tidak kompatibel dengan rekomendasi Ijtima' Ulama 1.

Semua partai yang tergabung dalam koalisi Prabowo membawa keinginan masing-masing, yang terkait kepentingan partai dan konstituen. Masing-masing menginginkan jagonya yang dipilih sebagai Cawapres. Doktor Salim Segaf Al-Jufri yang merupakan satu dari dua nama yang diajukan Ijtima Ulama, kebetulan adalah orang PKS. Sehingga menimbulkan resistensi dari partai-partai lain. Sementara Ustadz Abdul Somad sudah dibujuk, dipaksa dan diyakinkan oleh banyak orang untuk maju. Tapi beliau bergeming. “Biarkan saya tetap menapaki jalan dakwah!” tegas UAS.




Prabowo berusaha menjelaskan dengan baik, runut dan hati-hati terkait berbagai dinamika yang terjadi sampai akhirnya Sandiaga Uno yang diputuskan menjadi Cawapres. Namun belum banyak Prabowo memberikan penjelasan, tetiba satu teriakan memecah hening, “Kami sudah ridha, Jenderal!” Kemudian disambut takbir dan shalawat bertaluan. Bergetar hati saya menyaksikan nuansa ini. Begitu lapang dada para Ulama. Betapa cepat mereka memahami dan menerima suatu kenyataan yang niscaya. Tak sedikit di antara mereka membiarkan bebilur bening mengaliri pipi, hingga jatuh membasahi sorban dan selendang mereka.

Paparan, penjelasan dan argumen dari kedua belah pihak pun usai. Kesepakatan dicapai dengan penuh kerelaan. Prabowo ringan membubuhkan tanda tangan pada Pakta Integritas yang disodorkan Ulama. Berikutnya mendengar arahan (taujih) dari Imam Besar Habibana Muhammad Rizieq Shihab.[]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.