Dinyinyiri Meski Dinilai Profesional, Nasihat Buya Hamka Ini Sangat Cocok untuk Anies Baswedan

Gubernur Anies Baswedan tinjau korban banjir (fb ab)


Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta yang dipimpin oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga S Uno dinilai banyak pihak telah menorehkan banyak prestasi meski baru menjabat sekitar 3 bulan.





Namun, beberapa oknum yang dinilai membenci keduanya terus melayangkan nyinyiran. Mereka tak lelah membully, seakan Anies-Sandi tidak melakukan apa pun dan hanya pandai berwacana.

Sekian bukti prestasi seperti tak terlihat di mata pembenci ini. Bahkan kebencian mereka kian tajam seiring banyaknya bukti yang dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur pilihan mayoritas warga DKI Jakarta ini.

Ternyata, fenomena ini sudah lama diprediksi oleh salah satu tokoh terbaik yang dimiliki oleh negeri ini. Sang tokoh yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI dan menulis banyak buku ini telah tunai memberikan nasihat kepada siapa pun tokoh yang penuh prestasi tetapi masih saja dibenci oleh segelintir orang, terutama mereka yang terganggu kepentingannya.

"Kadang-kadang walaupun yang baik dikerjakan dengan segala pengorbanan, tidak semua manusia menerimanya dengan baik, bahkan selalu ada yang memandang salah."

Kalimat tersebut merupakan nasihat bernas yang disampaikan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) di dalam Tafsir Al-Azhar surat Al-Waqi'ah. Hamka menyatakan demikian untuk memaknai ayat ke 24 di dalam surat ke 56 ini.

"Sehingga kalau tidaklah mengingat janji Allah, bahwa balasan jangan diharapkan dari manusia melainkan ganjaran dari Allah, akan patahlah hati melihat sukarnya jalan hidup yang ditempuh ini." pungkasnya menjelaskan.





Nasihat bermakna ini aplikatif untuk semua kalangan. Siapa pun yang memperjuangkan kebenaran pasti memiliki musuhnya dari kubu keburukan. Seperti halnya para Nabi yang ditakdirkan memiliki musuh dari kalangan jin dan manusia.

Karenanya, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga S Uno harus senantiasa diingatkan agar meluruskan niat dalam mengemban amanah bagi seluruh warga Jakarta tanpa melihat agamanya.

Anies-Sandi hendaknya fokus kepada capaian dan target yang sudah dipancangkan dengan menganggap lalu setiap nyinyiran dari para pembenci.

Capaian berupa menutup Hotel Alexis, tegas menolak reklamasi, menyediakan tempat shalat di halte bus Trans Jakarta, mengeksekusi rumah DP nol, termasuk siaga menangani banjir dan terjun langsung ke lokasi pengungsian pada dini hari serta terobosan lainnya perlu diapreasiasi, kemudian didukung agar menyempurnakan sebaik-baik ikhtiar untuk semua warga Jakarta.

Hendaknya hal ini juga menjadi penyemangat bagi Anies-Sandi sebagaimana sering disampaikan oleh keduanya bahwa tugas mereka adalah membuat kecewa para kaum pesimis. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.