Ditanya Kapolri Soal Kiat Jaga NKRI, Begini Jawaban Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad bersama Tuan Guru Bajang (TGB) (ilustrasi)


Dai nasional Ustadz Abdul Somad Lc MA dinilai memberikan jawaban mengagumkan terhadap pertanyaan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kapolri bertanya soal potensi konflik di Indonesia sebagaimana dialami negara Timur Tengah dan kiat mencegah timbulnya potensi konflik tersebut.





"Kalau ada orang yang datang membawa berita, klarifikasi. Yang selalu membuat kita tidak baik adalah komunikasi yang tidak baik." kata Ustadz Abdul Somad menyampaikan jawaban di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat dalam rangkaian acara Damai Indonesiaku pada Ahad (4/3/18).

Dai asal Pekanbaru, Riau ini menjelaskan agar jangan sampai ada pihak yang mengeruhkan suasana karena memiliki kepentingan. Hubungan dua orang atau pihak harus berjalan dengan terbuka dan baik tanpa adanya pihak ketiga yang berniat tidak baik.

Selanjutnya, Ustadz Somad juga menerangkan pentingnya komunikasi. Komunikasi yang baik mampu memadamkan potensi-potensi konflik antara dua kelompok agar tidak makin membesar atau menjadi bom waktu.

"Kita bisa duduk bersama satu majlis sehingga percikan-percikan api cepat kita padamkan. Jangan sampai percikan api itu seperti bom waktu yang siap meledak. Jangan sampai seperti api dalam sekam." lanjut dai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.

Selain dua hal itu, menurut Ustadz Somad, pemerintah juga perlu memberikan kepastian hukum. Jangan sampai ada diskriminasi dan mis komunikasi yang memungkinkan timbulnya spekulasi dari berbagai pihak. "Kepastian hukum." lanjutnya. 

Ustadz Somad mengaku mendapatkan banyak pertanyaan tentang banyak kasus yang terjadi di Negeri ini. Masyarakat menilai ada diskriminasi, namun Ustadz Somad tidak mampu memberikan jawaban karena tidak memiliki otoritas.





"Ini tidak bisa saya jawab, mesti dari Mabes (Polri) yang menjelaskan." tegasnya sembari tersenyum.

Jika dijelaskan kepada publik dengan benar, Ustadz Somad meyakini masyarakat akan mampu memahami dan bertindak secara bijak.

"Dan kalau dijelaskan dengan seksama, saya kira yang terjadi di sana, ada pihak ketiga yang merusak hubungan, apalagi disamping kita sebagai Islam juga memiliki budaya timur berupa komunikasi yang baik, budaya melayu, adat istiadat, malah kita lebih unik." katanya menjelaskan.

Lulusan Darul Hadits Maroko ini juga menyampaikan kiat lain berupa doa demi mencapai Indonesia yang aman dan damai. Doa-doa inilah yang menjadi jaminan keamanan dari Tuhan Yang Mahaesa sebagaimana Dia janjikan di dalam Kitab Suci.

"Insya Allah kalau ini kita jaga, kita pelihara, 'Azab tidak akan turun kalau Muhamamd diantara kalian. Dan msuibah itu tidak akan pernah ada kalau kita beristighfar.' Dan setiap hari-petang, pagi, siang dan malam-anak-anak tahfizh Al-Qur’an di Az-Zikra ini beristighfar, karena itulah Negeri ini akan tetap aman dan damai." pungkasnya menjelaskan. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.