Game Online dan Maraknya Perusak Akhlak, Ustadz Abdul Somad Sampaikan 3 Nasihat

Game Online (ilustrasi-rri)
Tarbawia - Game online, feminisme, liberalisme, sekulerisme, dan berbagai perusak akhlak lainnya kian menggerogoti generasi bangsa. Tak jarang, orang-orang baik di negeri ini merasa lelah dengan beratnya perjuangan ini.





Hal inilah yang ditanyakan seorang jamaah kepada Ustadz Abdul Somad Lc MA. Apa yang seharusnya dilakukan agar para dai, guru, kiyai, pembaharu tidak lelah dan menyerah.

"Saya termasuk sedang dalam menghadapi tekanan yg berat. Ejekan, makian, cacian, hujatan di internet. Luar biasa." kata Ustadz Abdul Somad saat menjawab pertanyaan jamaah di Masjid Raden Fatah Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur pada Kamis (22/3/18).

"Tapi begitu ngobrol dengan orang berilmu, jadi lapang. Curhat sekejap dengan kiyai, dengan Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami." katanya melanjutkan.

Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami memberikan tiga saran kepada Ustadz Abdul Somad dan dai lainnya. Agar mereka tidak lelah dalam berdakwah, dalam melawan maraknya game online, feminisme, liberalisme, dan virus-virus perusak akhlak lainnya.


"Pertama, tidak ada satu pun manusia yang selamat dari lidah manusia. Kalau diejek, caci maki, sabar. Tidak ada satu pun di dunia ini yang selamat dari omongan orang. Kalau ada yang menyangka selamat, berarti dia gila." kata Ustadz Somad melanjutkan.

Karena itu, menurutnya, teruslah berdakwah. Senantiasalah mengingatkan orang agar berada di dalam kebaikan. Jangan menyerah dan putus asa, meski banyaknya pihak yang mengambil keuntungan dari maraknya game online, feminisme, liberalisme, sekulerisme dan sejenisnya.




"Dua, laqad khalaqnal insana fi kabad, hidup ini susah. Selama kau jalani hidup, maka tak pernah ada hidup ini tenang." katanya menjelaskan kiat kedua yang dismapaikan oleh Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami.

Menurut Ustadz Somad, manusia tidak akan lepas dari ujian. Bisa jadi, ujian dalam kehidupan berasal dari orang terdekat. Baik dari pasangan hidup, anak-anak, menantu, bahkan lingkungan sekitar.

Karenanya, seorang dai harus menganggap kesukaran memerangi game online, feminisme, dan sekulerisme sebagai tantangan agar senantiasa bersemangat.

"Bahwa ada masalah LG6T,feminisme, bagi yang menganggap itu sabagai tantangan, adrenalinnya muncul. Ini tantangan." tegasnya.

Yang ketiga, kata Ustadz Somad meneruskan nasihat Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami, bahwa tak ada satu pun manusia yang lepas dari kematian. Mau tidak mau, suka atau benci, pasti akan dihadapi.

"Tak ada satu pun yang selamat dari kematian. Kita semua akan mati." tandasnya. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.