Samai Aher, Begini Kesan Membanggakan TGB Saat Jadi Gubernur

TGB Muhammad Zainul Majdi 


Senada dengan jawaban Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi merasa banyak bersyukur setelah memimpin provinsi selama dua periode atau sepuluh tahun.





"Banyak senangnya atau sedihnya? Banyak syukurnya." kata TGB di Masjid Rahmatan Lil 'Alamin ECO Pesantren Daarut Tauhid Bandung pada Ahad (1/4/18).

Syukur yang dirasakan TGB bukan karena mendapatkan jabatan, tetapi karena bisa memberikan manfaat yang lebih banyak kepada umat Islam dan umat manusia di wilayah yang ia pimpin.

"Banyak syukurnya karena dengan perkhidmatan itu, satu tanda tangan bisa menghadirkan maslahat untuk lebih banyak orang." kata TGB menjawab pertanyaan dari Aa Gym.

Dalam banyak kesempatan yang berbeda, TGB kerap menyatakan, jabatan apa pun merupakan bentuk perkhidmatan atau pelayanan kepada masyarakat. Karenanya, dirinya merasa terhormat sehingga harus bersyukur kepada Allah.

 "Jadi itu kesyukurannya.Rasanya ruang perkhidmatan sebagau Gubernur adalah satu kehormatan dan kesyukuran." pungkasnya.





Jawaban Aher


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) juga pernah menyampaikan jawaban serupa dengan TGB ketika ditanya kesan dan pesan selama menjadi Gubernur.

Aher mengaku bersyukur karena bisa melakukan banyak hal bermanfaat untuk umat. Ia mengisahkan betapa susahnya ketika mengelola yayasan yang hanya membiayai 100 anak yatim.

Namun setelah menjabat sebagai Gubernur, satu kali tanda tangan cukup untuk membangun ribuan pesantren, ruang kelas baru, dan aneka kebijakan pro umat lainnya.

Tiga Ulama Berkumpul


Sebagaimana diketahui, KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym mengundang Ustadz Abdul Somad Lc MA dan TGB Muhammad Zainul Majdi ke ECO Pesantren Daarut Tauhid Bandung pada Ahad (1/4/18).

Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk talk show dan tabligh akbar itu menjadi viral di media online. Poto ketiga ulama muda ini menghiasi lini masa. Banyak yang mengaku terharu lantaran merindukan persatuan umat yang dimulai dari ulama sebagai pemimpin sekaligus guru spiritual. [Tarbawia]



Diberdayakan oleh Blogger.