Begini Bantahan Telak Netizen Soal Fitnah Anies Baswedan Naik Pesawat Mewah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ilustrasi)


Merasa ada kezaliman dan ketidakbenaran informasi, seorang netizen membuat tulisan terkait kabar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menggunakan pesawat mewah dalam sebuah kunjungan kerja.




Tulisan netizen ini dinilai telak dan viral. Sedangkan tulisan fitnah yang dialamatkan ke Anies Baswedan sudah tidak bisa diakses alias dihapus.

"Tapiiii, setelah gw liat fotonya Anies dan gw zoom; lah...kok tombol-tombol IFEnya ada di samping (gw tandain pake warna hitam). Ini mah bukan First Class tapi ini Business Classnya AA." kata Aris Tri melalui akun fesbuknya pada Selasa (8/5/18).

Aris dengan bekal pengetahuannya pun menjabarkan ihwal berbagai jenis kode dan kelas-kelas dalam pesawat, termasuk maskapai apa yang menyediakan dan rincian biayanya.

Sebagai pelengkap pendapat, Aris juga mengupas soal peraturan Gubernur dalam perjalanan dinas ke luar negeri. Temuan Aris, peraturan Gubernur yang mengatur hal tersebut justru dibuat di era Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang saat ini sedang menjalani tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

"Nah, kemudian bagaimana dengan peraturan kedinasan Gubernur/Wagub ke Luar Negeri; sebenarnya Gubernur itu harusnya naik apa? Rupanya di Peraturan Gubernur DKI No. 1124 Tahun 2016 yang ditetapkan oleh Pak Ahok bahwa untuk Gubernur, Wakil Gubernur dan Pimpinan DPRD menggunakan First Class, sedangkan kelas bisnis diperuntukkan untuk Pejabat Eselon I." lanjut Aris menjabarkan.




Dengan demikian, menurut Aris, Anies Baswedan justru telah melakukan penghematan anggaran karena naik kelas yang lebih rendah dari aturan yang dibuat.

"Jadinya kalau begitu malah Anies ini downgrade dari kelas seharusnya; turun ke bisnis berarti penghematan anggaran." tegasnya.

Aris juga mengajak agar pembaca menilai dengan data yang valid, bukan berdasarkan kebencian semata. 

"Yuk ah jadi pembaca yang cerdas, jangan termakan sama foto dan caption bombastis. Kalau ada artikel yang foto dan keterangannya terlalu berlebihan, lebih baik cari tau faktanya dulu daripada sok tau dan koar-koar persekusi dan sebagainya." tegasnya.

Hal lain yang dinilai mengejutkan dan disoroti Aris adalah hilangnya artikel hoax tentang perjalanan Anies Baswedan ini. Artikel yang diposting di Kompasiana ini sekarang sudah tidak bisa diakses. [Tarbawia] 






Diberdayakan oleh Blogger.