Jangan Ikut-Ikutan Jadi Cebong

Hoax dan Fitnah di Media Sosial (ilsutrasi)


Sekitar dua hari yang lalu, ada seorang kawan yang memosting gambar ibunya Om Jack di sebuah grup Whats App (WA) yang saya ikuti. Mulanya, ia menyatakan, "Ibunya Om Jack awet muda." Berselang menit, ada kawan lain yang menimpali, "Konon, selisih Om Jack dan ibunya itu hanya 10 tahun." 




Grup hening. Saya mengamati. Lalu, agar obrolan tak berlanjut kemana-mana dan cenderung tak bermutu, saya beranikan diri untuk urun rembug. 

"Saya dan anak pertama, selisihnya hanya 5 tahun. Istri saya dan ibu saya, selisihnya hanya 7 tahun. Saya dan cucu saya, selisihnya hanya 29 tahun. Saya dan menantu saya, selisihnya hanya 4 tahun." 

Grup mendadak ramai. Sengaja, saya tidak menjelaskan lebih lanjut. Alhamdulillah, kawan-kawan yang sudah mengetahui sejarah pernikahan saya secara suka rela mengirimkan tautan pemberitaan dan kisah di grup tersebut. Termasuk video saat saya dan istri diundang Metro TV dalam acara Merry Ryana dengan judul Lelakiku Rajaku. 




Pemosting pun akhirnya paham. Dia yang sampai sekarang belum saya kenal karena kontak WA-nya tak diberi nama asli meralat postingannya, dan justru bertanya apa akun medsos saya karena merasa salut. Bagi saya, sejarah pernikahan kami biasa saja. 

***

Kampanye itu jualan. Berhentilah mengomentari yang tidak terkait dengan tema. Bahkan jika Anda seorang juru kampanye, konten negatif dan tidak nyambung hanyalah bumerang yang akan semakin menaikkan pesaing Anda menuju kemenangan. 

Apalagi jika Anda bukan juru kampanye, lalu sibuk berkomentar. Jika pun komentar Anda banyak disukai dan disetujui, apakah ada jaminan jika komentar itu menambah pahala bagi Anda dan juga menambah saldo tabungan? Saya kira tidak. 




Sebagaimana saya sampaikan berulang kali, dagangan Anda tidak akan laku jika hanya sibuk mengkritisi dan menjelek-jelekkan dagangan pesaing. Dagangan Anda hanya akan laku, setelah Allah Kehendaki, dan kesibukan Anda mempromosikan dagangan dengan mengisahkan value-value yang Anda tawarkan kepada calon pembeli. 

***

Kembali ke obrolan di grup WA, saya menyatakan, "Sampaikan saja banyaknya janji Om Jack yang belum terpenuhi. Termasuk janji beli Indosat tetapi malah mau jual Pertamina. Atau janji bikin sistem IT yang katanya cukup dua pekan, tetapi sampai sekarang belum terpenuhi." 

Ini adalah ajakan untuk perbaiki keadaan. Ikhtiar memilih yang lebih baik. Mendoakan yang menjabat semoga diberi balasan terbaik atas semua perbuatannya. 

Semoga Allah kurniakan kepada kita pemimpin adil yang mengajak kita semakin dekat dan cinta kepada-Nya. Aamiin. [Pirman]



Diberdayakan oleh Blogger.