Gempa Lombok Karena TGB Dukung Jokowi? Baca Ulasan Cerdas Ini

- Agustus 20, 2018

Ada sebagian oknum yang menyatakan bahwa gempa Lombok terjadi karena Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias TGB memberikan dukungan politik kepada Presiden Jokowi.




Sebelum mempercayai atau menolak pendapat tersebut, baca baik-baik tulisan cerdas ini.


Ini foto gempa bumi di Lombok Utara tahun 70-an, kalau tidak salah tahun 1979. Waktu itu umur TGB, 7 tahun dan Jokowi entah lagi di mana. 

Setelah itu gempa sering terjadi. Bahkan dalam 3 tahun terakhir, gempa itu terjadi ratusan dan ribuan kali. Tahun 2016 terjadi 800 kali gempa, tahun 2017 terjadi gempa 1.018 kali, dan Januari-Juni 2018 terjadi gempa 459 kali. 




TGB mengucapkan dukungan kepada Jokowi tanggal 4 Juli 2018. 


Kalau ada ratusan dan ribuan kali gempa terjadi sebelum tgl 4 Juli 2018, lantas masihkah kita mengaitkan gempa di Lombok itu karena TGB mendukung Jokowi? Artinya, ada atau tidaknya dukungan TGB terhadap Jokowi, maka gempa tetap terjadi sebab Lombok dua hal ini

1. sebelah selatan terdapat zona subduksi (zona penunjaman), yaitu penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. 




2. sebelah utara juga terdapat zona sesar naik busur belakang Flores (Flores back arc trust). Gempa bumi yang sering terjadi di NTB juga disebabkan adanya patahan aktif. Dengan kata lain, Lombok gempa sebab berada di daerah rawan gempa.


Tolong, kalau memang hati membatu tidak bisa mendoakan masyarakat Lombok atau tangan terbelenggu tidak bisa mengulurkan tangan, maka jaga lisan dan jari dari kata-kata yang membuat orang lain terluka.Di akhirat nanti, kita akan ditanya tentang diri kita, bukan orang lain.


Nah, apa yang telah kita lakukan untuk Lombok? Kalau memang ingin menasehati TGB silahkan temui langsung beliau atau ingin menghubungi beliau kontaknya ada pada saya. Yang jelas, saya bersaksi, beliau adalah orang Soleh.






Terakhir, kalau ada yang mengaitkanya dengan dosa, maka kita semua tidak ada yang hidup di muka bumi ini? Emang nyinyir itu bukan dosa? Emang membicarakan keburukan orang lain bukan dosa? Emang merasa suci alias tidak berdosa, bukan dosa?



“Dan kalau sekiranya Allah mengazab manusia disebabkan yang mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi ini satu makhluk melata pun, akan tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang telah ditentukan. Maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (QS. Faathir [35]: 45) [Udo Yamin Majdi]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search