Keterangan Mengejutkan Pemerintah Soal Pemurtadan di Lombok

- Agustus 25, 2018


Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi menyampaikan pernyataan terkait kabar adanya misionaris atau pelaku pemurtadan di tengah korban gempa Lombok, NTB.




"Silaturahim kami untuk mencari informasi yang jelas tentang adanya isu misionaris di pos-pos pengungsian yang ada di Lombok Utara. Hasil silaturahim kami dengan saudara-saudara kami dari FPI, mereka memberitahukan kepada kami bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait dengan adanya misionaris di pos-pos pengungsian yang ada di Lombok Utara." kata Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Halik dalam sebuah rekaman, Sabtu (25/8/18).

Ahsanul menerangkan, FPI akan melakukan penelurusan informasi terkait siapa yang mengunggah dan meramaikan isu pemurtadan di tengah korban gempa Lombok.

"Saudara-saudara kita dari FPI juga sedang mencari informasi yang lebih dalam tentang siapa yang menyebarkan isu tentang adanya misionaris dan siapa yang mengatasnamakan FPI di media sosial yang saat ini berkembang di tengah-tengah masyarakat." lanjutnya.




Ahsanul juga menyampaikan terima kasih kepada FPI yang telah melakukan kerja nyata untuk membantu korban bencana gempa Lombok dengan mendirikan posko dan berbagai aktivitas edukasi di dalamnya.

"Kami dari pemerintah berterima kasih kepada saudara-saudara yang di FPI. Mereka akan mengawal terus misi kemanusiaan dalam menangani kebencanaan di Pulau Lombok ini. Terima kasih atas nama masyarakat Nusa Tenggara Barat." pungkasnya.

Bukti Adanya Misionaris


Sementara itu, para relawan dari berbagai organisasi masyarakat Islam menemukan berbagai bukti kuat yang mengarah kepada ajakan untuk murtad dari agama Islam.




Bukti-bukti berupa buku-buku kerohanian yang diselipkan di tengah-tengah tumpukan logistik dan diduga disebarkan melalui bantuan tingkat kecamatan lalu kelurahan. (Baca: Temuan Memilukan di Tengah Korban Gempa Lombok).

Bukti lain yang ditemukan relawan adalah rekaman yang menunjukkan sekelompok wanita yang mengajarkan kalimat-kalimat doa. Salah satu dari mereka terlihat jelas mencipratkan air dari sebuah wadah dengan tangan kananya. (Baca: Misionaris yang Terciduk) [Tarbawia]


Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia
 



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search