Sampaikan Gagasan Bernas Soal Dana Pilpres, Sandi Banjir Tepuk Tangan



Calon Wakil Presiden (cawapres) dari Koalisi Keumatan, Sandiaga Shalahuddin Uno dibanjiri tepuk tangan ketika menyampaikan gagasan soal pendanaan pemilu dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) pada Selasa (14/8/18) malam.




"Ini kita pastikan bahwa nanti pada kesepakatan bapak-bapak bangsa ini; Pak SBY, Pak Amien Rais, Pak Prabowo dan Ustadz Salim, bahwa kita ini ingin semuanya jelas, terang benderang di atas meja, bukan di bawah meja. Itu yang akan kami hadirkan. Itu komitmen kita bersama." kata Sandi, hadirin di studio ramai bertepuk tangan.

Prinsip terang benderang terkait dana kampanye, menurut Sandi meliputi sumber dana dan bagaimana penggunaan serta publikasinya dalam bentuk laporan.

"Dari pertama kita selalu bilang, harus jelas sumbernya dari mana." lanjut pria berkacamata ini.

Prinsip keterbukaan ini, lanjut Sandi merupakan keinginan masyarakat agar pemilu berjalan secara jujur, adil, dan terang benderang.

"Dan kalau di pilpres ini, masyarakat menginginkan pemilu yang jujur, adil, dan transparan dan terbuka. Biayanya itu dari mana." katanya, tersenyum.




Lantaran dana pemilu berjumlah besar, harus ada diskusi menyeluruh terkait hal ini. Termasuk di dalamnya meliputi undang-undang atau peraturan yang menjadi rujukan.

"Nah, ini yang ingin saya minta. Diskursus ini juga harus membedah; apa-apa undang-undang yang dipakai sebagai referensi, bagaimana mekanismenya dan bagaimana keterbukaannya dengan prinsip berkeadilan. Nah, ini mestinya diskursus yang sama-sama kita pikirkan." terangnya.

Jika dana tidak transparan, Sandi menejelaskan adanya kemungkinan pihak-pihak yang berkepentingan sehingga dalam waktu yang panjang akan menyandera demokrasi yang dianut bangsa ini.

"Saya rasa ini tanggungjawab kita. Karena kalau demokrasi kita dicederai oleh sesuatu proses penggalangan dana yang tidak transparan, tidak memihak kepada rakyat, akhirnya demokrasi kita disandra." pungkasnya.[Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.