17 Hari Bagikan 35000 Porsi Makanan, Alasan #MaharaniPeduli Tinggalkan Lombok Bikin Sedih




Hari ini team MAHARANI PEDULI undur diri dari Lombok. Maafkan kami.

Genap 17 hari saya dari komunitas SIJUM #MaharaniPeduli dan Bang Ray (MLI) membuka dapur umum untuk mensuplai makan para pengungsi di kamp pengungsian Desa Cempogo, Jl Raya Santong, Kayangan, Lombok Utara.




Awalnya 1500 porsi sehari. Kemudian menjadi kurang lebih 2000 sampai 2500 porsi sehari. Karena ada penambahan kamp-kamp pengungsian lain mengambil makanan ke dapur kami, juga kami suplai makanan untuk TNI dan pengungsi di pelosok pada malam hari.

Kemarin, adalah hari terakhir Dapur Umum #MaharaniPeduli memasak untuk makan para pengungsi. Hari ini dapur ditutup. Tidak ada aktivitas lagi. Karena logistik yang kami bawa telah habis. Dan saya harus pulang ke Jakarta besok pagi. Total hampir 35.000 porsi yang sudah kami berikan selama 17 hari.

Untuk penutupan, kami dari dapur umum memberikan kurang lebih 150 paket untuk 150 KK (Kepala Keluarga) di dalam pengungsian ini dan kurang lebih 100 paket untuk 100 KK yang dibawa ke pengungsian di pelosok; sebagai bentuk perpisahan.

Setidaknya, selepas dapur umum ini usai, mereka tidak langsung kosong tanpa makanan tetapi ada bahan baku untuk sekitar 3 hari dari paket sembako yang kami berikan.




Masing-masing paket berisi : 1 dus air mineral, 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, 10 mie instan, kecap, juga ada cindera mata berupa hijab syar'i untuk para wanita, titipan dari salah satu donatur #MaharaniPeduli.

Untuk anak-anak, kemarin telah kami berikan bubur kacang hijau yang memang sebelumnya rutin 2 hari sekali kami sediakan sebagai asupan gizi mereka. Siangnya untuk perpisahan, kami berikan sepaket makanan ringan ditambah susu dan anak-anak pun mendapat uang jajan dan traktiran ice cream dari sahabat saya Bang Boim dan Obil dari Semproel Racing, yang sengaja datang dari Cirebon naik motor ke Lombok, membantu saya memasak selama 5 hari di dapur umum #MaharaniPeduli.

Subhanallah...

Biarlah Allah saja menjadi satu-satunya penilai dan pemberi balasan dari ikhtiar yang telah sama-sama kita lakukan untuk saudara-saudara kita di pengungsian. Aamiin. []

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.