Ustadz Abdul Somad Blak-Blakan Soal Persekusi (2)



Kenapa Gak Silaturahim ke Kiyai-Kiyai?

Saya berjanji, lebih kurang setahun yang lalu, dengan Al-Mukarram Al-Ustadz Kiyai Haji Dr Muhammad Afifuddin. Ayah beliau, Almarhum KH Dimyati Romli, Mursyid Thariqah Qadiriyah Wan Naqshabandiyah Demak, Ponpes Darul Ulum Peterongan.




Watu itu ayah beliau akan haul, awal tahun 2019. Pas saya lihat kalender, pas ini. Nanti (setelah atau sebelum) haul, tolong bawakan saya ke Gus Mus, Mbah Moen (KH Maimoen Zubair), dengan Abah Luthfi (Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan). Itu setahun yang lalu, saya tulis di HP.

Kemarin waktu di Malang silaturahim ke kiyai. Kemudian silaturahim dengan kiyai khash. Sudah dilakukan. Sudah lama diagendakan, setahun yang lalu.

Sakit Hati Dengan Penolakan?

Buat aja standar se-Indonesia bahwa sebelum ceramah seluruh pengajian se-Indonesia, dalam rangka membangkitkan kecintaan terhadap NKRI, maka; satu diawali dengan baca Qur'an, dua shalawat badar, tiga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jadi semua ustadz-ustadz. Jangan buat untuk orang-orang tertentu. (Supaya) gak ada yang aneh, biasa-biasa saja.

Buat aja. (Untuk) Semua ustadz, semua ustadz se-Indonesia.

Gak tersinggung. Gak apa-apa. Orang kita cinta negara. Saya nyanyi Indonesia Raya dari SD. Bukan berarti saya dari pesantren lalu pesantrennya radikal yang gak boleh hormat bendera. Orang saya dirijennya kok.

Tiba-tiba sekarang disuruh menyanyi? Ya lucu aja!




Puluhan Kali Diklarifikasi Tapi Tetap Dituduh?


(Penuduh, Penolak) Mau viral. Dulu ada kawan saya, cerdas dia. Saya kan gak punya FB. 'Mad, ini orang sebelum ngejek ente, like-nya cuma 5-10. Setelah ngejek ente, ribuan komen. Coba lihat.' Pas saya lihat, iya juga.

Jadi caleg-caleg sekarang, saya lihat, kalau mau iklan gratis, ejeklah saya.

Alasan Selalu Viral

Adapun saya bisa viral, itu wallahu a'lam. Waktu itu Ustadz Dayat, beliau penyiar radio. Saya ceramah, datanglah beliau merekam pakai HP. Direkam pakai HP, (berbentuk) MP3 sampai sekarang jadi video. Sampai sekarang, satu orang itu saja. Tak lebih tak kurang.

Kalau mau dilarang, laranglah. Somad tidak boleh dilarang. Kita tidak punya tim. Tidak ada. Kalau kemudian ini (dikatakan) diviralkan oleh sebuah tim siber dari HTI, IM, dari garis radikal untuk disusupkan, untuk ditunggangi? Laa Ilaha Illallah.

Setiap Ceramah Selalu Ramai


Saya pun bingung, kenapa orang ramai. Pertama saya ceramah ramai, emak saya waktu itu ikut. Pulang ceramah dia bisiki, 'Kau sudah punya jin.' Dia tengok, orang ramai. Kok pakai jin? Enggak (jawab Ustadz Somad). Disangkanya saya pakai jin untuk menarik orang. Saya bingung kenapa ramai. Wallahu a'lam. Saya tak tahu.




Saya tanya dosen psikologi, kenapa anak-anak suka? Jangan-jangan ada jin anak-anak yang ngikutin saya sehingga anak-anak suka?

Kata dia, 'Ustadz selalu memakai kata-kata yang mudah dicerna, dekat dengan kepala mereka." Alasan rasionalnya ada.

Kalau (bilang ditunggangi karena ramai) buatlah sebuah tim survei. Kenapa (selalu ramai)? Jangan (cuma katakan) ditunggangi ini, ditunggangi itu  saja.

Pembatalan Cerama Sebagai Strategi Marketing?


Sampai sekarang saya tidak punya kartu nama. Saya ceramah terserah saya. Ini baju ini, baju dikasih orang. Baju dikasih orang semua. Ini surban ini, kenapa dipakai? Baru dibuka mereknya. Jadi gak matching.

Pakai kaos kaki saya? Tidak pakai. Mau marketing dari mana begini? Marketing apa? Tidak pernah.




Jam dikasih orang, merek casio. Cincin dikasih orang. baju dikasih orang. Surban dikasih orang. Tak ada tim kita, supaya bertahan lalu bangkitkan isu-isu. Tidak ada. Saya maunya tenang. Bukan mau show. Maunya datang, ngaji.

Mudah-mudahan, sebelum hijrah masih maksiat setelah hijrah meninggalkan khamr. Sebelum hijrah belum pakai jilbab, setelah hijrah pakai hijab. Sebelum hijrah ini pakai jilbab setengah hati, setelah hijrah penuh (berjilbab). Itu yang kita mau.

Agar Atribut Bertuliskan Laa Ilaha Illallah Tidak Dicurigai


Umat sudah cerdas. Dari beberapa update status FB, masyarakat sudah cerdas. Kalau semua kalimat Laa Ilaha Illallah kalian identikan dengan HT, bagaimana dengan peti jenazah? Kaligrafi? Bagaimna dengan orang yang mobilnya ditulis Laa Ilaha Illallah? Orang itu bersalah karena mau mendirikan negara di dalam negara, anti konstitusi, ini kan tidak ada terjadi. Pakai kaligrafi lain (jika kaligrafi Laa Ilaha Illallah menggunakan kaligrafi tertentu).

Apakah Ceramah Akan Jalan Terus?


Ud'u Sabili Rabbik, ajak orang ke jalan Tuhan. Kalau ada yang tidak sesuai, perlu berdebat, wajadilhum billati hiya ahsan, berdebat dengan cara yang santun.

Di Sidogiri kan saya gitu (diklarifikasi), Ustadz-Ustadz kumpul untuk klarifikasi.

Tetap Tidak Melapor?


Nanti kalau melapor kita dipanggil, HP diambil sebagai bukti-bukti apa itu segala macam, sementara kita tidak bisa datang karena kesibukan ke luar kota. Nanti kalau tidak datang (disebuut) tidak biasa kerja sama dengan baik.

Hubungan kita dengan kepolisian alhamdulillah sampai sekarang baik. Lebih baik tenang. Masing-masing menjaga ketenangan. [Tarbawia]

*Transkrip Fakta TV One, Senin (10/9/18)






Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.