Drama Penolakan Prabowo Di Bandung Gagal Total

- Maret 08, 2019

Orang kalau panik dan hampir tenggelam, jerami pun diraih. Dia lupakan Tuhan, tetapi ingat dan berharap pada jerami. Jerami diraih, berharap ditolong, yang ada tenggelam beneran. 




Beragam cara penolakan dikerahkan. Neno dicekal di Bandara Lombok, Rocky Gerung dan Said Didu diancam perang di Jember. Prabowo pun demikian. Berbagai drama penolakan diembuskan, termasuk dari pihak pengelola gedung acara.



Drama terakhir inilah yang diembuskan dan viral beberapa hari lalu. Dan hari ini, Jum'at (8/3/19), drama itu gagal. 




Cari di medsos. Gunakan kata kunci Prabowo di Bandung. Banyak video juga gambar-gambar yang diunggah netizen.



Jangan cari di televisi. Gak akan ada. Adanya cuma satu orang naik kereta listrik dari Jakarta ke Bogor. Eh malah dicuekin netizen. 




Kasihah ya? Ya gimana lagi dong. Empat tahun aja ninggalin dan membiarkan rakyat sendirian, mosok sekarang minta ditemani dan dicoblos. Emang rakyat dungu? Cebong kali yang dungu.



Di Bandung, masyarakat tumpah ke jalan-jalan. Masya Allah. Saking penuhnya, polisi sampai kewalahan. Berkali-kali polisi mengatakan, "Tolong kasih jalan, Bapak dan Ibu." Saking penuh dan antusiasnya masyarakat.




Setelah Prabowo lewat, dengan gayanya yang khas, Prabowo menyapa dari dalam mobil, berdiri di tengah. Setengah badannya terlihat.

Prabowo menyapa masyarakat dan menyalami yang terjangkau. Serius, masyarakat berkali-kali melihat pemandangan seperti ini saat Prabowo lewat. Dan tak sekali pun ada video dari lelaki berkemeja putih yang digulung lengannya. 



Masyarakat menyambut acungan dua jari dari Sang Jenderal. Khas. Seperti biasa: ditingkahi teriakan membangkitkan semangat.




"Prabowo... Prabowo..."

"Prabowo Presiden... Prabowo Presiden..."



Oya, ada kalimat lain yang dipekikkan masyarakat secara berulang-ulang. Serius. Kalimat ini membuat merinding dan Genderuwo pun lari terbirit.




Saat Prabowo lewat, masyarakat menyambutnya dengan pekik kalimat suci. Menggetarkan semesta.

"Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..."



Di ujung sana, para pemangku kuasa makin kusut. Apalagi ketika menerima laporan dari para stafnya di lapangan, yang berbaju coklat.




Video-video dan gambar-gambar itu asli dari rakyat. Oleh rakyat. Untuk rakyat. Dan berhasil membuat maling uang rakyat sontoloyo.



Ayo sempurnakan kemenangan dengan melangitkan doa. Mumpung Jum'at. Mumpung doa kita belum ada yang meralat.

Pirman
Pecinta Keluarga Sejati. 


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737 (Telegram)



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search