Jawab Fitnah Projo, Nenek Irah dari Lombok Menangis

- Maret 28, 2019


Tarbawia - Naiknya Nenek Irah ke atas panggung dan bertemu Prabowo di Mataram, NTB, Selasa (26/3/19) berujung fitnah.

Fitnah dilontarkan oleh pendukung Jokowi. Dengan kejam, laki-laki bernama Irfan ini menyebut Nenek Irah dibayar 500 ribu rupiah.



"Saya gak pernah dibayar apa-apa. Saya gak pernah dibayar untuk suruh naik. Ndak ada dibayar apa-apa saya. Memang niat saya sendiri." kata Nenek Irah dalam video singkat yang diterima Tarbawia, Rabu (27/3/19).

Kronologis Naiknya Nenek Irah ke Panggung


Nenek Irah mengaku sudah lama mendukung Prabowo Subianto. Saat mengetahui ada kampanye Prabowo di Pulau Lombok, Nenek Irah segera mendaftar.

"Gak ada yang nyuruh. Saya niat sendiri. Memang dari dulu saya senang Pak Prabowo. Saya sendiri mau niat ke sana." kata Nenek Irah yang tinggal di Telaga Emas ini.



Nenek Irah pun mencari informasi ke sekitar hingga ditemukan dengan koordinator lingkungan dari partai pendukung Prabowo-Sandi. Bersama masyarakat lainnya, Nenek Irah ke lokasi dengan naik mobil. 

Sesampainya di tempat acara, ribuan masyarakat sudah berdesak-desakan di Lapangan Karang Pule, Mataram. Lantaran mengenakan kaos dan membawa bendera Prabowo-Sandi, ribuan masyarakat mempersilakan Nenek Irah maju ke depan.

"Kasih lewat Nenek ini. Sudah tua. Jangan disenggol-senggol." katanya menirukan omongan peserta kampanye Prabowo-Sandi.



Sesampainya di depan, Nenek Irah langsung berhenti di pagar depan panggung. Nenek Irah mendengarkan orasi kebangsaan Prabowo hingga selesai. 

Prabowo kemudian bertanya kepada ribuan peserta kampanye, "Ada peserta kampanye yang sudah tidak punya gigi?" 

Orang-orang di sekitar langsung menunjuk ke arah Nenek Irah. Sang Nenek viral ini langsung diangkat menuju atas panggung untuk bertemu Prabowo.

"Saya dicium. Saya dipeluk. Saya merasakan aura abah (bapak) saya." kata si Nenek mengisahkan, terharu. 

Identitas Pemfitnah


Usai viralnya Nenek Irah, fitnah bertebaran. Satu fitnah menyebut, nenek tersebut adalah nenek yang kerap berada di Jakarta dan mengikuti sejumlah kampanye Prabowo-Sandi. 



Kedua, fitnah dialamtkan kepada Nenek Irah bahwa dirinya dibayar 500 ribu rupiah.

"Saya diajak milih Jokowi. Saya gak mau. Saya mau ke Prabowo." kata si Nenek membongkar identitas Irfan yang memfitnahnya.

"Sudah jangan diperpanjang. Saya takut nanti gimana-gimana." kata si Nenek menanggapi fitnah, lalu menangis dan menutup wajah dengan kerudung.

Sehari-hari, Nenek Irah ini tinggal di Telaga Emas. Ia bekerja sebagai pemulung dan menyewa rumah seharga 500 ribu rupiah per bulan. [Tarbawia]



Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search