Prabowo Disambut Rahmat, Kubu Sebelah Panas Dingin

- Maret 07, 2019


Prabowo batal ke Sumedang. Sebab cuaca kurang mendukung, pilot tak izinkan dirinya naiki helikopter. Sumedang batal menyambut Prabowo. Padahal masyarakat sudah menunggu.




Satu gagal. Dan memang begitu tafsirnya. Maka dua akan berhasil.




Prabowo menempuh jalur darat. Menuju Subang. Sama-sama di Jawa Barat. Tahun 2014, Prabowo menang di Jabar. Jadi, kehadirannya hanya untuk meneliti. Mengecek. Apakah masyarakat masih mendukungnya, atau mengikuti Gubernur Jabar yang rajin promosi capres padahal Baleendah Kabupaten Bandung dilanda banjir hingga SD Negeri hampir roboh.




Di Subang, Prabowo diteriaki. Bukan marah. Tapi kangen. Tapi semangat. Mau tahu bunyi teriakan masyarakat?

"Prabowo Presiden. Prabowo Presiden." 





Berulang kali. Tapi saya tulis dua kali pengulangan saja. Kasihan kalau kepanjangan, nanti mereka gak baca. Karena sudah mau baca komik.




Tak hanya diteriaki, Prabowo juga dikejar-kejar dan ditarik-tarik. Ditarik ya, bukan dicakar. Emang Jaenudin di Kendari yang dicakar sampai berdarah tangannya padahal ratusan pengawal di sekelilingnya.

Masyarakat mengejar. Mengikuti laju mobil sang Jenderal yang disetir perlahan. Asli merinding. Bangga punya sosok yang dirindukan dan dielu-elukan.

Tapi ada yang kepanasan. Ya pasti. Itu kan konsekuensi. Banyak janji yang diingkari. Masyarakat antipati. Kampanye sepi. Padahal rombongan yang dia bawa ratusan. Kalau gak panas dingin, berarti otak dan hatinya bermasalah.

Di dalam gor, Prabowo ditunggu. Ribuan masyarakat. Ada yang dari pedalaman. Mereka hadir untuk Indonesia, bukan untuk nasi bungkus. Ada yang bilang, "Saya dari Subang Selatan. Pedalaman." kata salah satu anggota masyarakat.




Benar-benar tidak menyangka. Tidak diprediksikan. Ribuan berkumpul, padahal hujan deras. Bagi para pecinta, hujan adalah rahmat, hujan adalah bukti apakah cinta mereka sungguh-sungguh atau palsu belaka.




Hujan ini hadir bersamaan jutaan malaikat. Malaikat yang menggerakkan warga. Malaikat yang mendengar doa.

"Ya Allah, jadikan ini, Prabowo, sebagai Presiden."

Ingat itu doa siapa? Doa Mbah Moen sebelum diralat. Insya Allah itu yang didengar dan dikabulkan. 

Pirman
Pecinta Keluarga Sejati


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737 (Telegram)



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search